10 kampus menjalankan pembelajaran jarak jauh

id Mohamad Nasir ,Menristekdikti,Pembelajaran jarak jauh

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir.

Jakarta, (Antaranews Sumbar)- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan kampus yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh semakin bertambah.

"Tahun kemarin hanya lima kampus yang menyelenggarakan PJJ, tahun ini sudah bertambah 10 kampus lagi," kata Nasir usai sosialisasi Permenristekdikti 55/2018 di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan pihaknya merilis PJJ di tujuh perguruan tinggi agar bisa tersambung dari timur hingga barat Indonesia. Tujuh perguruan tinggi yang pembiayaannya dibiayai oleh Islamic Development Bank tersebut yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Tanjungpura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Negeri Manado.

"Diharapkan, kampus-kampus itu menerima mahasiswa dari berbagai pelosok Nusantara, yang selama ini tidak terjaring oleh kampus. Jadi kami memperkirakan angka partisipasi kasar ke depan semakin meningkat, sehingga anak Indonesia bisa mengenyam pendidikan tinggi dengan mudah."

Dalam kesempatan itu, Nasir juga meminta agar kompetensi dosen juga ditingkatkan. Dosen yang kompeten selalu sadar akan perkembangan ilmu dan dosen itu bisa membuat mahasiswa lebih kompetitif.

Nasir juga menyampaikan bahwa mahasiswa juga perlu berinisiatif mencari ilmu dari berbagai sumber, salah satunya melalui materi pembelajaran dalam jaringan.

"Sementara itu, dari sisi mahasiswa yang harus dibenahi adalah kesiapan belajar mandiri mahasiswa. Karena dalam pembelajaran daring lebih banyak mengadopsi istilah 'self-directed learning', maka 'self-directed learning' mahasiswa menjadi penting," papar Menteri Nasir.

Nasir percaya mahasiswa Indonesia sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi, sehingga mereka dapat lebih adaptif pada penggunaan PJJ. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar