
Debut "Mendebarkan" Pelatih Kamerun dan Maroko

Johannesburg, (ANTARA/AFP) - Kamerun dan Maroko mengandalkan pelatih-pelatih baru mereka pada akhir pekan ini, untuk memperbaiki kerusakan pertandingan pertama pada putaran kualifikasi akhir untuk Piala Afrika 2013. Tim "Singa Perkasa" Kamerun sekarang ditangani oleh pelatih yang meraih medali emas pada Olimpiade Sydney 2000 Jean-Paul Akono, dan Singa-Singa Atlas dari Maroko kini diarsiteki oleh pemenang gelar Piala Konfederasi CAF 2011 Rachid Taoussi. Akono dan Taoussi harus menghapus ketinggalan 0-2 dari Kepulauan Cape Verde dan Mozambik, dan berharap keuntungan sebagai tuan rumah di Yaounde dan Marrakch agar dapat memperbesar peluang menang bagi dua mantan juara Afrika itu. Pria Prancis Denis Lavagne dipecat setelah Kamerun kalah 0-2 di Praia dan nasib serupa menimpa pelatih asal Belgia Eric Gerets setelah Maroko takluk 0-2 di Maputo. Akono mendapat suntikan moral dengan kembalinya bintang Kamerun Samuel Eto'o, yang memboikot pertandingan pertama bulan lalu setelah menjalani sanksi larangan bermain selama delapan bulan sebab ia tidak ingin menjadi bagian dari tim nasional yang "amatir dan diurus dengan buruk." Kamerun tidak berpartisipasi pada Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Equatorial setelah hanya menduduki peringkat kedua grup kualifikasi di bawah Senegal, dan kegagalan untuk melaju ke Afrika Selatan pada Januari mendatang akan lebih memalukan lagi. Akono berharap agar Eto'o, peraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika sebanyak empat kali dapat memberi semangat pada lini depan mereka, yang baru mengemas empat gol dari lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Piala Afrika di awal tahun ini. Cape Verde, kepulauan yang menggunakan bahasa Portugis dan hanya memiliki populasi kurang dari 500.000 penduduk, tidak pernah mencapai putaran final Piala Afrika, namun hasil-hasil bagus belakangan ini membuat mereka menduduki peringkat kesepuluh di Afrika pada bulan ini. Taoussi tidak memiliki pemain dengan tipe seperti Eto'o untuk menjadi tumpuan harapan, dan ia kemungkinan menghadapi tugas yang lebih berat dibanding Akono dengan tim Maroko, yang juga terpuruk di Piala Afrika 2012 di mana mereka dikalahkan Tunisia dan Gabon sehingga harus tereliminasi di putaran pertama. Setelah membutuhkan adu penalti untuk mengalahkan tim papan bawah Tanzania, hanya sedikit yang diharapkan dari tim Mozambik yang dilatih pelatih Jerman Gert Engels, namun gol yang dicetak Almiro Lobo dan Elias 'Dominguez' Pelembe telah menyulut perayaan di negeri tersebut. Kunci untuk mengejutkan di fase kualifikasi bagi Cape Verde dan Mozambik dapat bergantung pada torehan gol tandang, yang akan membuat juara 1984, 1988, 2000, dan 2002 Kamerun, serta juara 1976 Maroko perlu mencetak empat gol. Juara bertahan Zambia, yang mengejutkan Pantai Gading dengan menang adu penalti di Libreville pada Februari silam untuk menaklukkan Afrika Selatan untuk pertama kalinya, hanya unggul 1-0 atas Uganda di Kampala meski mendominasi permainan pada pertandingan pertama. Gelandang yang cedera Rainford Kalaba absen dari tim Zambia untuk pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Nelson Mandela, sedangkan Uganda dapat kembali memanggil penyerang Geoffrey Massa dan Brian Umony. Pantai Gading, runner up dua kali dari empat Piala Afrika terakhir setelah selalu menjadi favorit, menggenggam keunggulan 4-2 atas Senegal setelah bangkit meski sempat dua kali tertinggal di Abidjan. "Gajah-Gajah" yang dipimpin Didier Drogba akan kehilangan penyerang Salomon Kalou yang dililit cedera, serta Jean-Jacquez Gosso. Gosso juga telah meninggalkan tim untuk pertandingan di Dakar. Rumor-rumor media menyebutkan bahwa Senegal kemungkinan kembali memanggil penyerang mereka pada Piala Dunia 2002 El Hadji Diouf, dan pelatih Joseph Koto harus berharap dua penyerang Newcastle United, Demba Ba dan Papiss Cisse, mencetak gol demi gol bagi timnya. Ghana berada di tempat yang nyaman berkat kemenangan 2-0 di kandang sendiri atas Malawi, Zimbabwe akan bertandang ke Angola dengan keunggulan 3-1, dan "tim pembunuh raksasa" Republik Amerika Tengah membawa keunggulan 1-0 dari Burkina Faso saat mereka mengejar penampilan perdana di Piala Afrika. Permainan "Binatang-binatang Liar" yang semakin baik membuat mereka dapat menyingkirkan juara tujuh kali Mesir pada putaran sebelumnya - hal itu merupakan kejutan terbesar sejak babak kualifikasi diperkenalkan lima dekade silam. Gabon dan Equatorial Guinea mencapai babak delapan besar ketika keduanya bertindak sebagai tuan rumah pada tahun ini, namun keduanya terancam gagal berpartisipasi pada turnamen 2013 setelah Gabon bermain imbang 1-1 di kandang sendiri dengan Togo, sedangkan Equatorial Guinea ditaklukkan 0-4 oleh Republik Demokratik Kongo. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
