Kebijakan BI menaikan suku bunga katrol rupiah

id Rupiah,Kurs Rupiah,Suku Bunga

Lembaran mata uang Rupiah. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, menguat sebesar 128 poin menjadi Rp14.537 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.665 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat, mengatakan kebijakan Bank Indonesia menaikan suku bunga "7 Day Reverse Repo Rate" masih menjadi pemicu positif bagi pergerakan kurs rupiah.

"Kebijakan Bank Indonesia memberikan efek kejut yang positif bagi aset-aset di dalam negeri seperti pasar saham dan obligasi, sehingga turut berdampak positif bagi rupiah," katanya.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,0 persen.

Ia menambahkan kenaikan tingkat suku bunga itu juga merupakan respon Bank Indonesia setelah data neraca perdagangan mengalami defisit cukup lebar sebesar 1,8 miliar dolar AS pada Oktober dibandingkan September yang surplus.

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Dimas Ardhinugraha menambahkan kebijakan pemerintah untuk menahan impor juga turut memberi dampak positif bagi mata uang domestik.

"Pemerintah dan Bank Indonesia cukup proaktif menjaga rupiah," katanya.

Namun, lanjut dia, pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih cenderung bergantung pada perkembangan sentimen pasar global.

"Sebagai contoh, baru-baru ini ada kabar bahwa Presiden Trump optimistis bisa mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Kabar ini bisa mengangkat sentimen pasar global dan membuat stabilitas terjaga rupiah," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (16/11), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.594 dibanding sebelumnya (15/10) di posisi Rp14.764 per dolar AS. (*)
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar