BNPB imbau masyarakat waspadai banjir dan longsor

id Sutopo Purwo ,Humas BNPB,Banjir dan Longsor

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd/18

Surabaya, (Antaranews Sumbar) - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung.

"Memasuki musim penghujan, kemungkinan bencana banjir, longsor dan puting beliung akan semakin meningkat," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Surabaya, Kamis.

Sutopo mengatakan curah hujan akan terus meningkat. Umumnya, puncak musim hujan berlangsung pada Januari sehingga ancaman bencana juga akan semakin meningkat.

Banjir telah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran. Di Tasikmalaya, 498 kepala keluarga dari enam desa di tiga kecamatan terkena dampak, sedangkan di Pangandaran melanda 602 kepala keluarga dari sembilan desa di enam kecamatan.

Lima orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang hilang terseret banjir di Tasikmalaya. Tim pencarian dan pertolongan masih terus mencari korban yang hilang dengan menyusuri sungai.

Banjir di Tasikmalaya juga menyebabkan jembatan Sungai Ciandum di Jalan Raya Cipatujah yang merupakan penghubung Tasikmalaya-Garut roboh akibat luapan sungai.

Sedangkan di Pangandaran, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Empat keluarga keluarga atau 10 jiwa mengungsi akibat banjir. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar