Padang Pariaman maksimalkan pembaruan informasi Lumbung Data

id Lumbung data

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Arman Adek sedang meneken piagam komitmen untuk memperbarui data dari OPD yang dipimpim di Parit Malintang, Kamis (1/11). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memaksimalkan pembaruan informasi Lumbung Data agar dapat menyajikan informasi terkini daerah itu kepada masyarakat.

"Anggota forum data diminta terus mengupdate atau memperbarui dengan data terbaru ke Lumbung Data," kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur usai acara sosialisasi Forum Data dan Informasi di Parit Malintang, Kamis.

Ia mengatakan data-data yang dimasukkan oleh anggota forum tersebut diperlukan oleh masyarakat luas baik untuk mengetahui tentang perkembangan Padang Pariaman maupun untuk penelitian.

Tentu data yang diberikan tersebut harus yang terbaru karena setiap saat tentu akan terjadi perubahan, katanya.

"Jadi setiap perkembangan harus disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan dengan adanya Lumbung Data maka akses terhadap informasi daerah dapat dilihat oleh masyarakat luas melalui dalam jaringan (daring).

"Ini merupakan salah satu komitmen untuk menciptakan keterbukaan infomasi di Padang Pariaman," kata dia.

Anggota forum data terdiri dari sejumlah instansi di daerah itu di antaranya Badan Pusat Statistik, RSUD, Bawaslu, serta organisasi perangkat daerah.

Pada sosialisasi tersebut juga dilaksanakan penandatanganan piagam komitmen dari seluruh anggota forum terkait kesediaannya untuk memperbarui data dari instansi yang bersangkutan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman mengatakan Lumbung Data tersebut dibentuk semenjak satu tahun lalu guna memberikan informasi kepada masyarakat dengan mudah.

"Jadi cukup satu website, masyarakat dapat mengakses seluruh data di Padang Pariaman," ujar dia.

Ia mengatakan Lumbung Data tersebut juga bertujuan untuk melawan hoaks yang saat ini marak beredar di media sosial.

"Jadi kita bicara soal data sehingga informasi yang diberikan dapat dipercaya," tambahnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar