
Legislator duga pertamina tahan distribusi premium

Padang, (Antaranews Sumbar) - Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat Afrizal mengatakan PT Pertamina menahan pendistribusian bahan bakar jenis premium ke provinsi itu sehingga ketersediannya minim.
"Kami minta pertamina menyalurkan seluruh kuota premium yang telah disepakati, jangan di tahan-tahan," kata dia di Padang, Selasa.
Menurut dia apabila kuota yang disepakati itu dipenuhi maka ketersediaan premium di Sumbar sangat mencukupi. Namun realita yang dilihat di lapangan, PT Pertamina mencoba menahan-nahan penyaluran premium ke Sumbar.
"Saat ini mereka hanya menyalurkan 50 hingga 55 persen dari total kuota premium untuk Sumbar. Kami minta agar kuota untuk Sumbar dipenuhi sesuai dengan kuota," kata dia.
Ia menyadari PT Pertamina saat ini mengalami kerugian dengan penjualan premium namun mereka juga tidak boleh berbuat seperti ini
"Jangan korbankan masyarakat. Kita dapat melihat di SPBU apabila antrean premium dibuka langsung dipenuhi kendaraan. Kondisi ini jelas merugikan masyarakat ." ujarnya.
Apabila kuota yang disebutkan Pertamina 1.100 kiloliter per hari, tentu antrean itu tidak akan terjadi. Hal ini juga dibuktikan dengan berkurangnya pompa bahan bakar premium di Sumbar.
"Biasanya di setiap SPBU itu ada empat titik pompa untuk premium dan saat ini berkurang menjadi dua saja. Ini membuktikan jumlah premium yang disalurkan Pertamina dikurangi," ujarnya.
Ia mengatakan apabila Pertamina tetap tidak memenuhi kuota jatah premium untuk Sumbar, pihaknya akan menyurati BPH Migas untuk mengadukan persoalan ini sehingga ada tindakan yang dapat diambil.
"Dirinya menekankan agar PT Pertamina serius menyikapi persoalan ini karena masyarakat sangat kesulitan mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut," katanya.
Selain itu dirinya juga berbicara dengan beberapa pengusaha SPBU, mereka mengeluhkan jumlah pasokan bahan bakar premium mereka dikurangi sehingga jumlah yang dijual kepada masyarakat berkurang.
"Pasokan bahan bakar premium untuk SPBU juga dikurangi sehingga bahan bakar ini terasa langka di Sumbar," kata dia.
Dalam beberapa waktu terakhir bahan bakar premium sulit didapatkan dan kalau ada harus melalui antrean yang panjang. Seperti yang terjadi di SPBU Taruko Kota Padang setiap pagi terlihat antrean mobil yang panjang untuk mendapatkan premium.
Selain itu di SPBU Lolong Kota Padang juga demikian, setiap sore hari ketika pasokan premium datang antrean panjang juga terjadi sehingga menyebabkan kemacetan. Kemudian di salah satu SPBU Solok Kota, pihak SPBU mengambil langkah penjualan premium hanya dilakukan hingga pukul 18.00 WIB.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
