Tenun Balai Panjang berpotensi tembus pasar internasional

id tenun,kerajinan,balaipanjang

Desainer nasional, Tuty Adib (kiri) ((Antara Sumbar/Novia Harlina)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Desainer nasional, Tuty Adib mengatakan Tenun Balai Panjang (TBP), Payakumbuh, Sumatera Barat memiliki peluang besar menembus pasar internasional karena eksistensinya meningkat sejak dipamerkan dalam "London Fashion Week" pada Maret 2018.

"Saat membawa Tenun Balai Panjang dalam pameran di London, banyak orang yang tertarik dengan produk ini, dan setiba di Jakarta juga tidak sedikit media yang mewawancarai saya kenapa membawa produk tersebut ke sana," katanya di Payakumbuh, Kamis.

Ia mengatakan hal itu saat menghadiri pelatihan diversifikasi Tenun dalam rangka peningkatan daya saing produk Tenun Balai Panjang di Payakumbuh.

Tuty Adib merupakan desainer yang membawa Tenun Balai Panjang tampil pada ajang "London Fashion Week" 2018.

Menurutnya dari lima produk kain tradisional Indonesia yang berkesempatan tampil pada London Fashion Week 2018, Tenun Balai Panjang yang paling banyak disorot media karena mereka tertarik dengan kemunculan produk asli Payakumbuh itu.

Ia menjelaskan publik internasional menghargai karya yang dibuat dengan ketelitian dan hasil kerajinan yang dibuat secara manual. Bagi mereka semakin rumit sebuah produk tercipta, maka semakin mahal harganya.

Oleh sebab itu, ia mendorong produsen Tenun Balai Panjang agar memperhatikan tren mode khususnya tren warna yang diminati agar produk bisa diterima pasar.

"Produk kita memang tradisional, tapi juga harus memiliki gaya yang bisa diterima Internasional," ujar dia yang juga desainer langganan Presiden Jokowi itu.

Sementara Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi mengatakan Tenun Balai Panjang memiliki tantangan dalam menghasilkan produk kerajinan yang khas, unik dan sesuai selera pasar.

"Kita semua tahu, banyak daerah di Indonesia yang memiliki produk tenun khas daerahnya masing-masing, sehingga hal tersebut juga menjadi motivasi untuk lebih kreatif menciptakan produk," katanya.

Menurutnya, Tenun Balai Panjang harus memberikan daya tawar yang khusus, contohnya menciptakan motif sendiri yang melekat langsung dengan ciri khas Kota Payakumbuh.

Pihaknya terus berusaha untuk menambah sarana dan kapasitas produksi Tenun Balai Panjang, jika permintaan pasar terus meningkat, maka pihaknya akan memperluas peluang kerajinan ini bagi masyarakat Kota Payakumbuh lainnya.

"Jika permintaan pasar terus meningkat, maka kami akan buat kelompok-kelompok pengrajin tenun lainnya di luar Balai Panjang tanpa mengenyampingkan ciri khas produk," tambahnya.

Harga Tenun Balai Panjang kisaran Rp300 ribu hingga Rp600 ribu untuk bahan dasar pakaian. Kemudian harga songket Tenun Balai Panjang sekitar Rp800 ribu sampai Rp3 juta.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar