
Dirjen: Jangan Hancurkan Pertanian

Bandung, Jawa Barat, (ANTARA) - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sumardjo Gatot Irianto menegaskan, perkembangan industri dan investasi jangan sampai menimbulkan dampak hancurnya sektor pertanian melalui alih fungsi lahan. "Saya ingatkan betul. Jangan karena industri, sawahnya dihancurkan," katanya saat mencanangkan percepatan masa tanam padi tahun 2012-2013 di Desa dan Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa. Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran muspida setempat, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyatakan bahwa alih fungsi lahan pertanian produktif terus terjadi di berbagai daerah. Akibatnya, lahan pertanian semakin berkurang karena beralih fungsi menjadi perumahan dan lokasi investasi serta industri. Menurut dia, luas lahan pertanian di Indonesia semakin susut. Bahkan kalau ingin mengetahui luas lahan pertanian, maka angkanya bisa berbeda-beda dari menit ke menit. Ini menandakan bahwa alih fungsi lahan terus terjadi. Dia mengingatkan bahwa lahan pertanian adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan jangan diubah menjadi lahan peruntukan lain. "Industri dan investasinya kita dorong untuk terus berkembang tetapi jangan menghancurkan pertanian," katanya. Keseriusan mempertahankan lahan pertanian harus benar-benar diwujudkan karena alih fungsi lahan semakin besar. Di Bojonegoro, ada desa yang membuat peraturan desa (perdes) yang melarang alih fungsi lahan untuk mempertahankan lahan pertanian. Selain menghadapi tantangan serius berupa alih fungsi lahan, dia mengatakan, petani juga perlu mendiversifikasi usaha taninya dan jangan hanya mengandalkan tanaman padi. Di Jawa Timur, begitu selesai panen, ternak (sapi, kerbau dan kambing) masuk sawah. Bahkan, kata dia, jerami padi juga ada harganya. Dengan mengembangkan pertanian dan peternakan, penghasilan petani akan meningkat. "Itu di Jawa Timur, tetapi di sepanjang lahan pertanian dari Bekasi hingga Cirebon, Jawa Barat, tidak terlihat hewan-hewan ternak di sawah setelah panen padi," katanya. Karena itu, kata dia, jajaran pemerintah daerah di Jawa Barat perlu memacu minat petani mengembangkan peternakan. Dirjen PSP pada Selasa-Rabu, 23-24 Oktober 2012 mengadakan Temu Koordinasi Kehumasan dengan tema "Pemberdayaan Kelembagaan Petani guna Peningkatan Kesejahteraan Petani" dan Kunjungan Lapang ke Desa Ciparay Kabupaten Bandung. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
