Logo Header Antaranews Sumbar

Pascaerupsi, kualitas udara sekitar Marapi masih baik

Rabu, 2 Mei 2018 14:32 WIB
Image Print
Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik yang terlihat di kawasan di Jorong Koto Tuo, Nagari Balai Gurah, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (2/5). Data dari Badan Geologi Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Geologi Bukittinggi (PVMBG) mengatakan Gunung Marapi dengan ketinggian 2891 mdpl yang terletak di Kabupaten Agam dan kabupaten Tanah Datar terjadi erupsi dengan intesitas abu tebal dan tinggi 4000 meter diatas puncak kawah. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Maril/18
Hingga saat ini kualitas udara masih dalam kategori baik, untuk itu masyarakat tidak perlu cemas

Padang, (Antaranews Sumbar) - Kualitas udara di sekitar wilayah Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih dalam kondisi baik, kata Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bukit Koto Tabang.
"Pascaerupsi secara umum kualitas udara di sekitar wilayah Gunung Marapi masih bagus, indeks standar pencemaran udara (ISPU) yakni 29," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Pemantau Atmosfir Global (PAG) Koto Tabang, Budi Satria dihubungi dari Padang, Rabu.
Menurutnya pada nilai 29 tersebut, kualitas udara di sana masih tergolong baik dan tidak mengganggu pada kesehatan manusia, tumbuhan maupun hewan.
Beberapa saat setelah erupsi, lanjutnya memang terjadi penurunan kualitas udara yakni mencapai 35, namun angka itu masih tergolong baik.
Oleh sebab itu, BMKG Koto Tabang mengimbau masyarakat sekitar Gunung Marapi yang berpotensi terkena dampak dari erupsi tersebut tidak cemas dengan kualitas udara.
"Hingga saat ini kualitas udara masih dalam kategori baik, untuk itu masyarakat tidak perlu cemas," katanya.
Ia menjelaskan pada angka di bawah 50 tingkat kualitas udara tidak memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan atau yang lainnya.
Kemudian pada angka 51 hingga 100 kualitas udara kategori sedang, pada kondisi ini kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau pun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.
Selanjutnya 101 sampai 199 masuk pada kategori tidak sehat, yakni tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia atau kelompok hewan yang sensitif serta bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.
Pada angka 200 hingga 299 tergolong sangat tidak sehat dimana tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Tingkatan paling berbahaya yakni 300 sampai 500, pada kategori ini tingkat kualitas udara secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Sebelumnya Gunung Marapi kembali erupsi pada Rabu pagi pukul 07.03 WIB, Pos Pengamat Gunung Api Marapi Sumbar yang berada di Kota Bukittinggi mencatat tinggi kolom erupsi diperkirakan mencapai 4.000 meter dari puncak kawah.
"Asap teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan angin bertiup lemah ke arah Tenggara," kata Petugas Pos PGA Marapi Sumbar, Hartanto. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026