
Forkopimda kunjungi pulau terluar Sumatera Barat
Minggu, 25 Februari 2018 11:54 WIB

Dalam kunjungan kerja tersebut rombongan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Damisnur, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Mirza Agus,
Mentawai Fast, (Antaranews Sumbar) - Forum Pimpinan Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat mengunjungi pulau terluar di daerah itu yakni Pulau Sinyau-nyau dan Sibaru-Baru di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dalam kunjungan kerja tersebut rombongan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Damisnur, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Mirza Agus, Wakajati Sumbar Irdam dan lainnya di Padang, Minggu.
Kepala Bakesbangpol Sumatera Barat Nazwir mengatakan selain mengunjungi pulau terluar rombongan juga akan melakukan peninjauan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai.
Kunjungan kerja ini dilakukan selama empat hari sejak tanggal 25 hingga 28 Februari 2018 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, kata dia.
Selain itu rombongan juga mengunjungi Sentra Kelautan Perikanan Terpadu dan Bandara Sikakap di Kabupaten Mentawai.
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan Dua kawasan ekonomi khusus di Sumatera Barat akan difokuskan pada bidang pariwisata yang menjadi unggulan daerah ini.
"Kawasan Ekonomi Khusus yang direncanakan masing-masing di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan dan Mentawai difokuskan pada bidang pariwisata dan budaya," kata dia.
Ia mengatakan KEK di Sumbar masih dalam tahap persiapan.
Nanti kita tawarkan apakah tetap KEK atau menggunakan sistem otoritas," katanya.
Nasrul mengatakan ia bersama pihak terkait telah menjadwalkan pada Minggu (25/2) melakukan peninjauan langsung ke Mentawai untuk melihat kesiapannya. Jika persiapan benar-benar telah matang segera dilakukan analisis dampak lingkungan (amdal) kemudian diusulkan pada Dewan Nasional KEK.
Dukungan Mentawai menjadi KEK diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berkunjung ke Sumbar pada pelaksanaan HPN 2018. Menurutnya, jika lahan yang tersedia di sana sesuai dengan data 2600 hektare tidak sulit mewujudkannya menjadi KEK.
"Mentawai telah memiliki modal besar di bidang pariwisata, ombaknya masuk sepuluh besar dunia untuk selancar dan telah menjadi tujuan wisata peselancar profesional tiap tahun. Jika syaratnya terpenuhi KEK Mentawai bisa segera terwujud," katanya saat menghadiri HPN 2018 baru-baru ini. (*)
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
