Logo Header Antaranews Sumbar

Kapal listrik sedang dikembangkan ITS untuk nelayan Sumatera

Senin, 29 Januari 2018 08:49 WIB
Image Print
ilustrasi kapal nelayan (int)
Kapal itu dikembangkan untuk para nelayan di kawasan Sumatera dan pengembangan tersebut sesuai kompetensi ITS di bidang maritim

Surabaya, (Antaranews Sumbar) - Kapal listrik untuk nelayan tengah dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai tindak lanjut penandatanganan kesepakatan dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera.

Kapal itu dikembangkan untuk para nelayan di kawasan Sumatera dan pengembangan tersebut sesuai kompetensi ITS di bidang maritim, Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Dr I Ketut Gunarta di Surabaya, Senin.

"Sudah ada pengembangan mobil dan sepeda motor listrik. Justru potensial dikembangkan dan hambatannya sedikit seperti yang disampaikan Direktur PLN adalah kapal atau saya menyebutnya perahu listrik yang tidak hanya untuk pariwisata tapi untuk monitor banyak hal," tambahnya.

Pengembangan kapal listrik, kata dia, akan sangat potensial mengingat listrik di Indonesia saat ini tengah berlebih. Sementara secara ekonomis, pengembangan kendaraan di bidang kemaritiman ini sangat potensial terutama untuk nelayan.

"ITS jagonya di sini, kita akan mengembangkan lebih intens dengan bantuan PLN. Kapal itu bisa untuk pariwisata, kemudian nelayan bisa. Butuh rantai pasok yang lebih kuat lagi agar bisa berlayar sampai ke tengah lewat dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)," ujarnya.

Untuk dapat mewujudkan hal itu, membutuhkan kontribusi dari berbagai ilmu yang ada di ITS. Ketut optimis semuanya akan berjalan karena ITS punya jurusan yang mendukung seperti Sistem Perkapalan atau Kelautan dan juga Tenik Elektro untuk pengembangan bisnisnya.

Selain itu, ITS kerja sama di bidang lain seperti tenologi pembangkit yang non-fosil. Ketut menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan tentang hal itu terutama yang bersumber dari angin, tenaga surya dan biomas.

Sebelumnya ITS menandatangani 36 kesepakatan kerja sama dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Senin (22/1) untuk menindaklanjuti nota kesepahamaan (MoU) yang sebelumnya dijalin.(*)



Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026