Railbus Bandara Internasional Minangkabau Tiba Februari

id keretaapibandara

Pekerja mengecek kereta api di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (3/5). Daop 9 Jember melakukan perbaikan dan perawatan sebanyak 80 armada kereta api guna meningkatkan pelayanan dan keselamatan pengguna layanan kereta api. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/kye/17. (PERAWATAN KERETA API)

Padang, (Antaranew Sumbar) - Unit railbus yang akan dioperasikan untuk menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan Stasiun Simpang Haru, Padang, Sumatera Barat, dijadwalkan tiba di daerah itu pada pekan ketiga Februari 2018.



"Unit kendaraan itu langsung dites berjalan di rel yang telah selesai dikerjakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu terkait rencana operasional railbus bandara di Sumbar.



Menurutnya, sebelum digunakan rel dan railbus harus diuji coba berulang kali untuk memastikan keamanan jalur. Kekurangan atau kendala yang ditemui saat uji coba segera diperbaiki menjelang peresmian penggunaan angkutan massal itu.



Uji coba, lanjutnya, harus dilakukan menggunakan unit railbus yang baru, tidak bisa dilakukan dengan unit kereta api yang ada di Sumbar saat ini karena ukuran rel yang berbeda.



Amran mengatakan jika uji coba selesai, direncanakan pada Mei 2018 penggunaan railbus bandara di Sumbar akan diresmikan, kemungkinan oleh Menteri Perhubungan.



Kedatangan unit railbus tersebut lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yaitu pada Maret 2018.



Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau kesiapan jalur pada akhir 2017 mengatakan kemungkinan unit railbus untuk bandara di daerah itu datang Maret dan pengoperasian pertengahan 2018.



Ia berharap pengoperasian itu tidak ada penundaan karena manfaat railbus bandara sangat besar untuk memudahkan akses transportasi bagi masyarakat dari bandara ke pusat kota dan sebaliknya.



Sementara itu Kepala PT KAI Divre Sumbar Sulthon menyebutkan unit railbus tersebut dibuat PT Industri Kereta Api Persero (Inka) dan direncanakan terdiri dari dua set masing-masing memiliki empat gerbong. Jadi ada delapan gerbong yang bisa melayani masyarakat.



Pengoperasian railbus bandara di Sumbar sudah berulang kali tertunda. Awalnya ditargetkan bisa dimanfaatkan 2015, kemudian tertunda menjadi akhir 2016. Target itu kembali molor menjadi November 2017, namun tetap tidak terpenuhi. Terakhir target itu diundur lagi menjadi pertengahan 2018.*

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar