Logo Header Antaranews Sumbar

Perguruan Tinggi Diminta Implemtasikan Hasil Penelitian di Kampung KB

Jumat, 8 Desember 2017 15:29 WIB
Image Print
Deputi Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik. (ANTARA SUMBAR/Pratiwi Tamela)

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta perguruan tinggi mengimplementasikan hasil penelitian di Kampung Keluarga Berencana (KB).

"Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu sehingga berbagai inovasi dapat lahir dari sana," kata Deputi Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik usai memberikan sambutan dalam Pelaksanaan Desiminasi Hasil Penelitian 2016 dan Penyajian Draft Penelitian 2017 di BKKBN Sumbar di Padang, Jumat (8/12).

Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Kampung KB merupakan kampung dengan parameter angka kelahiran yang tinggi dan ekonomi rendah.

Oleh karena itu, katanya diperlukan pelbagai upaya serta inovasi-inovasi untuk dapat memaksimalkan kehadiran kampung KB tersebut.

Hasil penelitian yang diimplementasikan di kampung KB, ujarnya harus mampu mengikuti perkembangan zaman, sehingga akan berdampak kepada kesuksesan dari program kependudukan.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Wilayah Sumbar, Syahruddin mengatakan BKKBN bersama mitra perguruan tinggi pada tahun 2016 sudah melakukan penelitian perihal keberlangsungan program PIK-R yang ada di Sumbar.

"Hal itu untuk menilai sejauh mana pengaruh program PIK-R tersebut dapat merevolusi mental remaja terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja dan kematangan usia perkawinan di Sumbar," ujarnya.

Serta penelitian tentang pengembangan program kkbpk di Sumbar, dengan memaksimalkan fungsi smartphone serta fitur-fitur Geographic Information System (GIS), Remoting Sensing dan Global Positioning System (GPS).

"Dengan tujuan dapat mempemudah pengumpulan, pengolahan dan berbagi data kependudukan yang berbasis spasial dan koordinat," katanya.

Draft penelitian 2017 adalah penelitian yan merupakan kerja sama dan difasilitasi oleh pusat penelitian kependudukan BKKBN dengan topik evaluasi kampung KB. "Serta penelitian ketersediaan alat kontrasepsi di fasilitas kesehatan pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," tambahnya.

Ia berharap apa yang diteliti tersebut dapat diterapkan di Kampung KB sehingga dengan kerja sama bersama perguruan tinggi dapat mendorong keberhasilan program kependudukan itu. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026