
BEI Tengah Meminta Informasi "Stock Split" JAPFA

Jakarta, (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah meminta informasi kepada PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) terkait dengan rencana pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split). "Pihak Bursa akan melakukan penelaahan atas rencana perseroan itu," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan bahwa Bursa juga telah menyampaikan permintaan penjelasan kepada perseroan mengenai rasio "stock split". "Mempertimbangkan belum adanya informasi aksi korporasi JPFA dan dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien, pihak Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar sejak Jumat (15/2)," papar dia. Sebelumnya, Putut Djagiri, SPV Head of Corporate Finance JPFA mengatakan bahwa aksi korporasi perseroan rencananya akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 20 Maret 2013. Ia mengharapkan pemecahan nilai nominal saham dapat lebih meningkatkan likuiditas saham di pasar modal Indonesia. Setelah Japfa Comfeed Indonesia melakukan "stock split", kata dia, harga saham JPFA masih di atas Rp1.000 per lembar saham. Tercatat, pada perdagangan saham akhir pekan ini (15/2), harga saham JPFA senilai Rp8.000 per lembar. Putut juga mengatakan bahwa pihaknya menetapkan belanja modal pada tahun ini sebesar Rp1 triliun. Nilai belanja modal itu sama dengan anggaran tahun lalu yang alokasinya untuk divisi pakan ternak sebesar Rp400 miliar, Rp465,3 miliar untuk divisi pembibitan ayam, dan divisi komersial sebesar Rp74,3 miliar. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
