
Masyarakat Pasaman Barat Diajak Nobar Film G30S/PKI
Rabu, 27 September 2017 20:50 WIB

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengajak masyarakat di daerah setempat beramai-ramai menonton film Gerakan 30 September tentang kekejaman Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
Nonton bareng masyarakat dijadwalkan digelar di halaman kantor bupati Pasaman Barat di Simpang Empat, Kamis (28/9) malam.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemkab Pasaman Barat, Afrizal Azhar di Simpang Empat, Rabu mengatakan pemutaran film G30S/PKI adalah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Selain itu, memperdalam kesadaran terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah kelam.
"Nonton bersama atau nonton bareng ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat Pasaman Barat yang punya waktu untuk membangkitkan semangat kebangsaan kembali," katanya.
Ia mengatakan tidak hanya sekedar menyuruh untuk menonton. Bagi bangsa Indonesia, film G30S/PKI memiliki makna yang besar. Karena film itu mengingatkan kepada kekejaman yang pernah dilakukan oleh PKI dan pengkhianatan PKI terhadap bangsa Indonesia.
"Pelarangan terhadap komunisme di Indonesia masih berlaku dan sudah sangat jelas. Agar bangsa Indonesia senantiasa mengingatkan bahayanya PKI. Tidak salah kalau kita menonton kekejaman film G30S/PKI," katanya.
Ia mengaku setuju adanya keinginan untuk membuat film G30S PKI versi baru. Yaitu versi yang lebih sesuai dengan generasi milenia seperti usulan Presiden Joko Widodo. Tetapi film itu tidak boleh merusak esensi komunisme yang penah dua kali berkhianat terhadap bangsa Indonesia.
"Film baru itu harus mampu merangkum berbagai kejahatan PKI yang pernah terjadi di Indonesia. Apalagi, PKI bukan hanya menjadi persoalan umat Islam. Tetapi sudah menjadi masalah bagi bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, PKI bukan hanya persoalan yang terjadi di Jakarta saja. Tetapi juga di kampung, untuk itulah pada tanggal 30 September besok Pemkab Pasaman Barat mengimbau warga menaikkan bendera setengah tiang.
"Itu sebagai sikap duka cita kita yang mendalam terhadap para korban PKI," ujarnya. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
