
Pemkab Pasaman Barat Ajak Petani Pelihara Sapi
Minggu, 27 Agustus 2017 19:39 WIB

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengajak petani memelihara ternak sapi sambil berkebun atau bertani.
"Sinkronisasi antara perkebunan-ternak sangat baik dalam rangka meningkatkan penghasilan petani. Program ini sudah dimulai dan akan terus disosialisasikan," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Minggu.
Ia menambahkan Pasaman Barat memiliki perkebunan kelapa sawit cukup luas dan memberikan cukup banyak pakan ternak, maka petani sawit akan memelihara sapi.
"Program ini kita jalankan dengan tujuan sambil pemilik kebun sawit menjaga kebunnya. Ternak sapi bisa makan rumput yang ada di kebun sawit. Sinkronisasi ini sudah kita lakukan dari tahun lalu," ujarnya.
Ia menyebutkan petani tidak akan sulit mendapatkan bibit sapi yang berkualitas. Sebab, Stasiun Pembibitan Ternak (SPT) Air Rundiang Kecamatan Koto Balingka sudah ada.
SPT tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang menggabungkan pembibitan ternak, pakan ternak dan kelompok tani.
Menurutnya dengan meningkatnya tingkat minat petani memelihara sapi maka akan mendorong peningkatan populasi ternak yang ada di Pasaman Barat.
SPT Air Rundiang bisa menjadi pakan ternak dan terkoneksi dengan kelompok tani. Pakan ternak menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa terpisahkan dengan peternak sapi.
Di Pasaman Barat sendiri, singkronisasi peternak sapi dengan pakan ternak sudah bagus. Karena rumput pakan ternak tercukupi, jagung pun bisa dijadikan sebagai pakan ternak.
Ia menyebutkan saat ini populasi secara keseluruhan bibit sapi bali mencapai 1.377 ekor lebih dengan induk 881 ekor.
Ia menambahkan Pasaman Barat juga sudah terpilih menjadi daerah pengembangan ternak sapi potong bali bersama lima kabupaten lainnya di Indonesia, yakni Kabupaten Siak, Lampung Selatan, Kebumen, Barito Kuala, dan Barru.
Kawasan pembibitan sapi itu pada intinya adalah petani melakukan pembibitan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Keabsahan bibit jelas dengan sertifikat nantinya sehingga akan memengaruhi harga," ujarnya.
"Tentunya dengan potensi yang ada, kita berharap Pasaman Barat kedepannya akan menjadi penghasil ternak sapi di Sumbar dan pemasok daging secara nasional," katanya. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
