Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Perlu Benahi Sistem Perparkiran di Padang

Kamis, 13 Juli 2017 20:26 WIB
Image Print
Kendaraan Parkir tidak teratur di depan pertokoan di salah satu jalan protokol di Padang (Antara Sumbar/Deni).

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga di kota Padang mengungkapkan pentingnya perbaikan sistem parkir di daerah tersebut yang dinilai semrawut dan rumit.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima Syafrizal (30), di Padang, Kamis mengatakan parkir di Padang khususnya di Pasar Raya dinilai tidak mencerminkan ketertiban.

Dia menyebutkan saat hari libur, mulai dari kawasan jalan Imam Bonjol terus ke jalan Muhammad Yamin dan Permindo, banyak kendaraan parkir tidak tertib.

Belum lagi kata dia kendaraan yang lalu lalang tidak mengikuti arah jalan sesuai rambu.

Khususnya sepeda motor kata dia seakan tidak memiliki lokasi yang sesuai untuk parkir, sedangkan kendaraan roda empat cenderung menggunakan badan jalan.

Seperti di kawasan Imam Bonjol dan M Yamin parkir bertumpuk dan jalan sedikit terhambat, ujar dia.

"Meski di jalan Permindo sudah ada sistem parkir meter belum juga berfungsi," katanya.

Dia berharap perparkiran ini bisa diselesaikan oleh pemerintah untuk memberikan kelancaran arus di Padang.

Senada salah satu kader PKK di Kuranji Rozawati menilai buruknya parkir terlihat dari toko atau rumah makan yang tidak menyediakan parkir representatif.

Dia mencontohkan kejadian kriminalitas di Kalumbuk yang melibatkan dua pedagang bermula dari parkir.

Bahkan katanya keberadaan Transmart di jalan Khatib Sulaiman juga menyebabkan munculnya parkir liar.

Seharusnya kata dia, pemerintah mengarahkan pemilik usaha untuk menyediakan parkir representatif.

Baik itu pedagang di tingkat perumahan, hingga yang pasar swalayan atau restoran wajib menyediakan tempat parkir.

Parkir ini kata dia, juga menyebabkan kemacetan di Padang yang secara penduduk belum padat.

Warga lain di Banda Buek yang juga seorang sopir, Muslim mengatakan semrawutnya parkir tidak semata disebabkan kesalahan pengendara namun sistem yang belum jalan.

Seperti di Jalan Pondok atau Niaga masih adanya tukang parkir liar meski sudah dibangun sistem parkir meter.

Kemudian di pantai Padang yang masih memarkir kendaraan di bahu jalan akibatnya saat hari libur daerah tersebut macet.

Bila diperhatikan kata dia, banyak hotel dan rumah makan yang tidak memiliki parkir yang cukup akibatnya menggunakan pinggir jalan sebagai tempat berhenti.

"Hal ini membuktikan perlunya perubahan sistem penataan parkir di kota," kata dia.

Sementara itu sebelumnya pakar tata ruang dan kota Dr Eko Alvares menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyediaan tempat parkir kepada pengusaha yang akan membuka dagangnya.

Kemacetan yang terjadi saat ini juga ikut dipengaruhi ketidakberaturan parkir.

Bila perlu kata dia pemerintah harus menyediakan lahan parkir atau tempat parkir yang representatif untuk perkantoran atau pertokoan. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026