Logo Header Antaranews Sumbar

Telkom Perluas Bisnis ke Lima Negara 2013

Senin, 11 Februari 2013 15:07 WIB
Image Print
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). (Antara)

Jakarta, (Antara) - Operator PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada tahun 2013 akan memperluas bisnis ke lima negara yaitu Myanmar, Makao, Korea Selatan, Saudi Arabia, Taiwan dan Korea Selatan. "Tahun ini Telkom akan memperlebar ekspansi jaringan bisnis internasional," kata Direktur Enterprises dan Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin, di sela acara "Gelar IndiPreneur Fest 2013 untuk UMKM, di Jakarta, Senin. Menurut Awaluddin, sebelumnya Telkom melalui anak usahanya yaitu PT Telkom Internasional Indonesia (Telin) sudah masuk ke lima negara lainnya seperti, Malaysia, Timor Leste, Australia, Singapura dan Hongkong. Adapun ekspansi terakhir yang dilakukan Telkom adalah di Timor Leste, pada 17 Januari 2013, di mana perusahaan itu membangun layanan seluler sekaligus menjadi operator di negara itu. Menurut Awaluddin, saat ini Myanmar merupakan negara yang segera dimasuki Telkom sejalan dengan dibukanya tender layanan seluler di negara itu. "Penawaran keikutsertaan tender sudah disampaikan (23 Januari 2013)," kata Awaluddin. Menurut catatan, batas akhir penyampaian surat ikut tender adalah pada 8 Februari 2013. Meski begitu, Awaluddin tidak bersedia merinci lebih lanjut soal kesiapan Telkom mengikuti tender yang dilakukan pemerintah Myanmar tersebut. Ia hanya menjelaskan, bahwa Telkom sudah merampungkan persiapan akhir dalam upaya untuk memenangkan proses tender yang dimaksud. Menurut Awaluddin, untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi ke sejumlah negara sangat tergantung pada tiga aspek yaitu pasar, regulasi, dan teknologi. "Ke tiga aspek tersebut menjadi syarat utama yang harus berjalan secara bersamaan, sehingga dalam bisnis bisa berkembang," ujarnya. Sebelumnya Direktur Utama Telkom Arief Yahya menuturkan, untuk ekspansi bisnis ke luar negeri pada tahun 2013 perseroan menyiapkan anggaran sekitar 500 juta dolar AS. "Ekspansi yang dilakukan Telkom dilakukan dengan mengikuti potensi warga negara Indonesia di luar negeri, dimana potensi riil adalah memberikan layanan telekomunikasi bagi tenaga kerja di luar negeri," kata Arief. Dicontohkan, di Hongkong terdapat sekitar 170 ribu orang tenaga kerja Indonesia sebanyak 30.000 di antara merupakan pelanggan seluler Telkom. Sama halnya di Arab Saudi, jumlah pengguna layanan seluler Telkomsel jumlahnya cukup banyak. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026