
BPOM Sumbar Catat Tujuh KLB Keracunan Pangan Sepanjang 2017
Selasa, 11 Juli 2017 12:23 WIB

Painan, (Antara Sumbar) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat menyatakan terjadi lima kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dengan total korban 65 orang sepanjang 2017.
"KLB keracunan pangan itu di Kabupaten Pesisir Selatan korban sebanyak delapan orang, Kota Padang 10 orang, Kota Solok 28 orang, Kabupaten Solok tujuh orang dan Kabupaten Dharmasraya 12 orang," kata Kepala BPOM Sumbar, Zulkifli ketika dihubungi dari Painan, Selasa.
Ia menyebutkan secara keseluruhan KLB disebabkan bukan karena panganan dalam kemasan, namun oleh panganan yang diracik seperti onde-onde, risoles, mie dan bakso.
Untuk itu dalam membuat panganan masyarakat tidak hanya dituntut memastikan adonannya bersih, namun juga wadah pembuatan hingga wadah penyajian.
Untuk meminimalkan KLB pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota di Sumatera Barat terus menggelar sosialisasi.
"Khusus Balai BPOM kami sudah menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi Edukasi (KIE) obat dan makanan sebanyak 13 kali, dan ditargetkan sepanjang 2017 terlaksana sebanyak 20 kali," kata dia.
Agar sukses pada pergelaran KIE pihaknya melibatkan anggota DPR RI Komisi IX dengan terjun langsung ke titik-titik massa pendukungnya supaya terjadi interaksi yang hangat dalam pelaksanaannya.
"Anggota DPR RI Komisi IX Daerah Pemilihan Sumatera Barat I berjumlah empat orang dan masing-masingnya akan diikutsertakan pada lima kegiatan," sebutnya lagi.
Ia menambahkan pada 2016 terjadi 13 KLB keracunan pangan dengan total korban mencapai 548 orang dan korban terbanyak terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota dengan total 258 orang. Keracunan panganan itu terjadi akibat menyantap panganan di sebuah pesta. (*)
Pewarta: Didi Someldi Putra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
