Logo Header Antaranews Sumbar

Disdukcapil: Pencetakan KTP-E Dharmasraya Terganggu Sistem Jaringan

Selasa, 30 Mei 2017 12:45 WIB
Image Print
KTP elektronik. (Antara)

Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengemukakan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) di daerah itu masih terganggu sistem jaringan yang mengakibatkan proses cetak menjadi lambat.

"Persoalan ini sudah kami sampaikan ke pemerintah provinsi, sebab bagaimana teknis pemulihan sistem jaringan menjadi kewenangan pusat," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat, Netty Helma di Pulau Punjung, Selasa.

Ia memastikan pencetakan KTP-E dapat dilayani seperti biasa, hanya saja masyarakat diminta bersabar apabila prosesnya agak sedikit lambat.

Disdukcapil Dharmasraya telah mulai mencetak kartu identitas warga sejak 8 Mei 2017, setelah mendapat tambahan 4.000 keping blangko KTP-E dari pemerintah pusat.

Ia menyebutkan hingga saat ini 700 keping KTP-E sudah dilakukan proses cetak dari 3.600 jumlah penduduk yang siap cetak kartu identitas

"Artinya pencetakan hanya dilakukan sesuai jumlah 'Print Ready Record' atau siap cetak dari pemerintah pusat yakni sebanyak 3.600 keping. Sisanya akan digunakan untuk pencetakan KTP-E hilang dan pergantian elemen data," ungkapnya.

Ia mengatakan warga yang melakukan perekaman data sejak November 2016 belum dapat dilakukan pencetakan KTP-E, karena belum adanya penunggalan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari pusat.

"Masyarakat yang melakukan perekaman sejak bulan tersebut diminta bersabar, karena secara bertahap blangko KTP-E akan terus distribusikan pemerintah pusat," katanya.

Ia menambahkan sebelumnya petugas Disdukcapil setempat sudah menjalani pelatihan mengenai pencetakan versi baru KTP-E di Jakarta selama tujuh hari yang pada awal Mei 2017.

Menurutnya ada peningkatan kualitas KTP-E sehingga petugas di Disdukcapil perlu mendapat pelatihan terlebih dahulu.

"Setelah itu barulah sampai saat ini pencetakan dapat dilakukan meskipun sedikit menemui kendala," tambahnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026