Logo Header Antaranews Sumbar

Indeks S&P Dan Nasdaq Naik Dibantu Data Perdagangan

Sabtu, 9 Februari 2013 07:54 WIB
Image Print

New York, (Antara/AFP) - Indeks S&P 500 naik ke tertinggi baru lima tahun dan Nasdaq ke posisi terbaik sejak 2000 pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena saham memperoleh kembali pijakan dibantuoleh defisit perdagangan AS yang menyempit tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average juga mencapai tertinggi pasca-krisis di atas 14.022 selama perdagangan, namun tergelincir kembali menjadi berakhir hanya naik 48,92 poin (0,35 persen) di 13.992,97. Indeks S&P 500 naik 8,54 poin (0,57 persen) menjadi 1.517,93, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq melompat 28,74 poin (0,91 persen) menjadi 3.193,87. Indeks masih menjauh dari rekor penutupan tertinggi selama ini yang tercapai pada 9 Oktober 2007 di 1.564,15 untuk S&P dan 14.164,53 untuk Dow. Nasdaq terakhir melihat tingkat Jumat pada 2000 ketika pasar jatuh dalam kehancuran dot-com. Perdagangan Jumat ini didukung oleh data perdagangan AS pada Desember yang menunjukkan sebuah penyempitan tajam dalam defisit perdagangan negara itu, dibantu oleh lonjakan ekspor minyak danpenurunan paralel dalam tagihan impor minyak. Defisit perdagangan yang lebih kecil "berarti pertumbuhan PDB positif untuk kuartal keempat," setelah estimasi awal kontraksi 0,1 persen, kata ekonom Harm Bandholz dari UniCredit. "Bullishness" (kegairahan) juga datang dari laporan China bahwa surplus perdagangannya meningkat dan inflasi melemah pada Januari, menambah bukti terbaru ekonomi nomor dua di dunia itu bangkit dari tren penurunan berlarut-larut. Dow didorong lebih tinggi oleh Hewlett-Packard, yang naik 2,6 persen di tengah spekulasi bahwa perusahaan dapat meningkat setelah saingannya dalam industri PC, Dell, menjadi perusahaan tertutup (go private)i. Pemeringkat utang Moody's merosot 7,7 persen, membawa kerugian sepekan menjadi 21,6 persen, karena meningkatnya spekulasi bahwa perusahaan itu bisa dibidik pemerintah federal dan negara bagian atas pemeringkatan sekuritas hipoteknya (KPR), setelah Standard & Poor's digugat karena diduga melebih-lebihkan peringkat sebelum krisis keuangan. Induk perusahaan S&P, McGraw-Hill, kehilangan 2,6 persen, membawa penurunannya selama seminggu menjadi 26,9 persen. Jaringan online profesional LinkedIn melonjak 21,3 persen setelah laba kuartal keempatnya melampaui perkiraan dan menerbitkan prediksi "bullish" untuk 2013. Apple bertambah 1,4 persen karena perusahaan menjawab dengan tangkas tekanan dari pemegang saham untuk membagikan 137 miliar dolar AS tumpukan kasnya. Harga obligasi datar. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS bertahan pada 1,95 persen sedangkan pada obligasi 30-tahun naik tipis menjadi 3,17 persen dari 3,16. Harga dan imbal hasil obligas bergerak terbalik. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026