Logo Header Antaranews Sumbar

Polda Sumbar Lengkapi E-Jaring Dengan 1.000 Kamera

Selasa, 4 April 2017 17:02 WIB
Image Print
Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Fakhrizal menggagas sistem E-JAring yang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat di daerah itu, Selasa (4/4). Sistem ini nantinya akan diluncurkan secara resmi oleh Kapolri jenderal Tito Karnavian. (Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antara Sumbar) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat akan melengkapi sistem E-Jaring dengan memasang 1.000 kamera berteknologi canggih sebagai bentuk inovasi dalam memberi pelayanan yang cepat dan akurat kepada masyarakat di daerah itu.

Sistem E-Jaring merupakan aplikasi yang dilengkapi kamera pengintai untuk mendapatkan laporan perkembangan informasi dan monitoring secara cepat dan akurat situasi di lapangan, kata Kapolda Sumbar Brigjen Pol Fakhrizal di Padang, Selasa.

"Sistem E-Jaring ini merupakan inovasi dan tuntutan seiring telah naiknya status Polda Sumbar dari tipe B ke tipe A. Kini sudah mulai dipasang pada tiga titik di Mapolda, maka tahun ini ditargetkan akan dipasang 1.000 kamera," tegasnya.

Menurut dia, melalui sistem itu dapat memberikan pelayanan maksimal serta peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat, karena seluruh kamera akan dipasang pada titik-titik yang dianggap rawan di wilayah hukum Polda Sumbar.

Kamera yang terhubung dengan peladen (server) akan memiliki fungsi sebagai pelacak, monitor dan pengintaian terhadap aktivitas di lokasi-lokasi yang terpasang tersebut.

Kamera itu juga memiliki kemampuan merekam lebih dekat terhadap fokusnya, karena jangkauan lebih dari 200 meter dengan hasil gambar tetap berkualitas tinggi.

"Gambar dari kamera akan terkirim ke peladen pusat dan dianalisis oleh sistem E-Jaring baik secara otomatis maupun manual oleh tim Polda Sumbar untuk dijadikan sebagai data untuk tindakan yang akan diambil," kata dia.

Ia mencontohkan apabila terjadi tabrak lari di jalan raya maka akan terbaca oleh kamera tersebut, seperti nomor polisi dan ciri khas mobil yang tabrakan terekam dan datanya akan tetap tersimpan di peladen.

"Data ini nantinya akan diteruskan ke bagian lalu lintas dan reserse kriminal untuk mengetahui kronologis kejadian atau peristiwa," tegas Kapolda.

Kemudian dalam operasional sistem ini, akan dibangun berbasis jaringan internet tersendiri tanpa bergantung kepada operator internet lainnya, sehingga ancaman untuk disadap dan diganggu oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab sangat tidak mungkin.

Selain itu, ketika sistem dioperasionalkan nanti bia digunakan oleh lintas sektoral pemerintah daerah dan instansi vertikal serta pihak swasta.

Kemudian sistem E-Jaring dapat diintegrasikan dengan aplikasi 'Kaba Ku' yang berfungsi sebagai sarana pelaporan bagi masyarakat terhadap peristiwa di lingkungannya secara daring yang terhubung langsung dengan peladen pusat Polda Sumbar.

"Ketika ada masyarakat yang melapor melalui aplikasi ini, sistem E-Jaring akan menganalisis kebenaran peristiwa terebut melalui kamera yang ada di lokasi, jika betul langsung menanggapi laporan secara cepat," kata dia.

Sistem E-Jaring bisa beroperasional secara sempurna pada 2017, rencananya peresmiannya langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Semoga sistem ini nantinya dapat menjadi contoh oleh Polda yang ada di Indonesia. Diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbar, karena sistem sangat membantu kinerja jajaran personil dilapangan dan tidak akan ada lagi nanti polisi yang melakukan tindakan diluar prosedur," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026