Logo Header Antaranews Sumbar

Menlu: Indonesia Ingin Tunjukkan Kepemimpinan di IORA

Jumat, 3 Maret 2017 14:33 WIB
Image Print
Menlu RI Retno L.P Marsudi. (ANTARA FOTO)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bahwa Indonesia ingin menunjukkan kepemimpinan di Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Asociation/IORA), salah satunya dengan cara menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IORA pertama.

"Indonesia ingin menunjukkan 'leadership' di dalam Asosiasi Lingkar Negara Samudera Hindia atau IORA dengan menyelenggarakan KTT, yang akan baru diadakan pertama kali setelah IORA 20 tahun berdiri," ujar Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Jumat.

Menurut Menlu RI, pelaksanaan KTT IORA untuk pertama kali ini tidak hanya untuk memperingati 20 tahun IORA berdiri, namun juga untuk meningkatkan IORA ke level yang lebih tinggi di kancah internasional.

"Indonesia, sebagai negara yang menunjukkan 'leadership' di IORA, ingin membawa IORA ke tempat yang lebih terlihat di dalam konteks percaturan dunia," ujar dia.

Menlu Retno mengatakan pemerintah Indonesia meyakini bahwa kawasan Samudera Hindia akan menjadi samudera masa depan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Samudera Hindia itu sangat strategis karena dilalui oleh separuh dari 'container' di dunia, sepertiga dari 'cargo' dan dua pertiga dari 'shipment' dunia. Data itu menunjukkan Samudera Hindia ini akan menjadi samudera masa depan pertumbuhan ekonomi dunia," jelas dia.

Untuk itu, kata Retno, negara-negara yang berada di Lingkar Samudera Hindia mempunyai kewajiban untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

"Kedepannya perdagangan internasional akan sangat dipengaruhi oleh perdamaian dan stabilitas di Samudera Hindia," ujar dia.

Rangkaian Pertemuan IORA akan dilaksanakan pada 5-7 Maret. Acara IORA didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi pada 5 Maret, pertemuan tingkat menteri pada 6 Maret, dan pertemuan tingkat tinggi atau KTT pada 7 Maret.

Dalam pertemuan tingkat menteri IORA akan disepakati Rencana Aksi IORA, yang berisi langkah-langkah yang akan dilakukan oleh seluruh negara anggota IORA selama empat tahun ke depan, salah satunya terkait isu pemberdayaan ekonomi perempuan (women economic empowerment).

Selain itu, para menteri IORA juga akan menyepakati Deklarasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Terorisme dan Ekstremisme dengan Kekerasan.

Sementara itu, dalam pertemuan tingkat tinggi atau KTT IORA, para kepala negara dan atau pemerintahan negara IORA akan menandatangani IORA Concord. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026