
Pengamat: Keterbukaan Informasi Keuangan Parpol di Sumbar Masih Kurang
Selasa, 27 Desember 2016 14:48 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Pengamat Politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Dr Asrinaldi menilai keterbukaan informasi keuangan partai politik provinsi itu masih kurang padahal anggarannya diambil dari APBD.
"Keterbukaan informasi mengenai keuangan partai politik masih sangat jauh dari kata terbuka," katanya di Padang, Selasa.
Dana partai politik yang dianggarkan dalam APBD tersebut, sebutnya tidak jelas untuk apa digunakan. "Masyarakat juga perlu tahu kemana saja aliran dana tersebut," ujarnya.
Ia menilai bantuan keuangan dari partai politik untuk program kesejahteraan masyarakat belum dirasakan.
Kemudian Asrinaldi mengatakan laporan keuangan dari partai politik juga jarang sekali diaudit, padahal itu berasal dari APBD yang seharusnya ada evaluasi untuk apa saja dana tersebut.
"Laporan keuangan itu jangan hanya formalitas saja, namun harus betul-betul menjadi pertanggung jawaban dari masing-masing partai politik," katanya.
Pada masa mendatang, imbuhnya juga ada wacana dari pemerintah untuk menambah jumlah dana untuk masing-masing partai politik.
"Wacana tersebut sepertinya harus diundur atau dievaluasi lagi karena belum adanya keterbukaan partai politik dalam membuka informasi anggarannya," katanya.
Untuk itu, pada tahun 2017 ia mendorong partai politik untuk lebih terbuka dalam hal tersebut.
"Kalau tetap tertutup seperti ini, kepercayaan masyarakat untuk pemimpin dan wakil rakyat akan terus berkurang," ujarnya. (*)
Pewarta: Novia Harlina
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
