
Sejumlah Pakar Bedah Buku Ulama Sumbar
Senin, 19 Desember 2016 17:24 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah pakar dari berbagai bidang di Sumatera Barat melakukan bedah buku berjudul "Tiga Sepilin : Surau Solusi Untuk Bangsa" karya ulama besar Mas'oed Abidin di kampus Universitas Andalas Padang, Senin.
Pembina Forum Minang Maimbau sekaligus mantan Menteri Tenaga Kerja RI, Fahmi Idris menyampaikan adanya kepintaran penulis dalam memaparkan perkembangan surau atau mushala tradisional di Minangkabau sesuai budaya Minangkabau hingga masa kepudarannya.
Selain itu kata dia penulis mampu menyampaikan pesan penting tersirat tentang memudarnya peranan surau dalam membangun kejayaan nagari atau desa adat.
Dalam buku menurutnya terlihat perkembangan global dan teknologi telah menggerus nilai budaya Minang yang berdasarkan agama Islam.
Meskipun demikian katanya masih perlu kajian khusus yang bisa dibaca menarik oleh pembaca dan menjadi kunci dari buku tersebut.
"Saya harap buku ini menjadi referensi generasi muda Minangkabau dalam kehidupannya," ujarnya.
Pakar Universitas Andalas (Unand) bidang Budaya Minangkabau, Dr. Hasanuddin mengemukakan buku tersebut memiliki makna bahwa peranan Surau dalam kehidupan Budaya Minangkabau amat penting.
Salah satu yang bisa ditangkap dari buku ini kata dia yakni rendahnya semangat dari anak muda dalam melaksanakan budaya Minangkabau.
Sedangkan pakar lain sekaligus Pakar Antropologi Unand, Prof Nusyirwan Effendi menilai penulis mengambil bentuk hubungan segitiga atau triangulasi untuk merumuskan buku tersebut.
Hal yang tersirat, ujarnya zaman telah menggerus budaya Minangkabau yang berdasarkan Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah.
Menurutnya generasi muda saat ini telah mengubah surau menjadi tempat karaoke dan tempat hiburan.
"Artinya peran Surau tidak penting lagi dan ini jadi tantangan ke depan pasca buku itu di launching," katanya.
Pakar lainnya, Prof Mestika Zed dari Universitas Negeri Padang mengatakan meski penulis menyebutkan dalam bukunya sebagai pengingat namun maknanya sebagai peringatan.
Menurutnya buku tersebut dapat menjadi pegangan lengkap bagi anak muda dan masyarakat yang ingin mengembalikan kejayaan Islam dan adat Minangkabau.
"Perlu adanya daya sintesis kuat untuk melaksanakan hal tersebut," ujarnya.
Sedangkan Rektor Unand, Prof Tafdil Husni menyampaikan digelarnya bedah buku di Unand diharapkan memberi manfaat bagi civitas akademika Unand.
Salah satunya kata dia dalam memotivasi mahasiswa dan dosen untuk rajin menulis dan menciptakan karya dalam bentuk buku. (*)
Pewarta: Muhammad Rahmat
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
