Logo Header Antaranews Sumbar

Mahasiswa Bukittinggi Gelar Aksi Damai Proses Hukum Berkeadilan

Rabu, 23 November 2016 21:42 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Ratusan mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menggelar aksi damai menyuarakan proses hukum berkeadilan terhadap penyelesaian kasus penistaan agama yang melibatkan gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.

Aksi tersebut digelar secara tertib dan damai pada Rabu siang mulai dari Jalan Ahmad Karim menuju objek wisata Jam Gadang dan berakhir di Jalan Sudirman.

"Tujuan aksi damai ini kami menyuarakan agar proses hukum terhadap kasus penistaan agama dapat dilakukan secara berkeadilan, pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan," kata koodinator lapangan aksi damai Rio Andika.

Di samping itu, pihaknya juga menyuarakan agar menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa saat menyampaikan pendapat atau aspirasi.

Menurutnya, dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa dilandasi oleh rasa cinta Tanah Air namun seringkali mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

"Kami harap pihak Polres Bukittinggi dapat menyampaikan aspirasi kami ini kepada pihak yang lebih tinggi dan selanjutnya dapat ditanggapi," katanya.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Tri Wahyudi mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiswa karena berlangsung tertib dan damai dalam menyampaikan aspirasi.

"Kami menanggapi secara positif karena dilakukan dengan tertib. Hal ini akan menjadi semangat bagi pihak penyidik di Jakarta untuk dapat menuntaskan kasus ini dengan segera," katanya.

Ia menyebutkan proses hukum untuk kasus tersebut dipastikan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tanpa intevensi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Sementara, Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias yang turut hadir menemui para peserta aksi menyampaikan agar peserta dapat memberikan kepercayaan pada penegak hukum dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami juga harapkan agar selalu tertib dan damai, serta selalu kritis dalam menerima berbagai informasi yang tersebar di media sosial. Kritisi terlebih dahulu dan hati-hati dalam bertindak," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026