
Penonton yang Menyerang Kirkland Ditangkap

London, (ANTARA/AFP) - Seorang pria berusia 21 tahun telah ditangkap pada Minggu dengan tuduhan melakukan penyerangan, setelah kiper Sheffield Wednesday Chris Kirkland diserang oleh pendukung Leeds pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 di Hillsborough. Pertandingan tersebut disiarkan langsung melalui televisi, sosok yang menyerang wajah Kirkland dengan cepat dikenali melalui situs-situs sosial media, di mana ratusan penggemar bergabung untuk mengutuk aksi tersebut. Nomor telepon seluler yang diyakini milik sang tersangka juga dicantumkan, namun ia tidak dapat ditemukan sampai Minggu ketika Kepolisian Gloucestershire mengatakan pria itu telah ditangkap di Cheltenham tidak lama sebelum pukul 1200 GMT. Seorang juru bicara berkata, "Investigasi dipimpin oleh Kepolisian South Yorkshire. Pria tersebut saat ini masih berada di tahanan kepolisian." Kirkland baru saja ditaklukkan oleh gol penyama kedudukan yang dicetak Michael Tonge pada menit ke-77 di pertandingan divisi pertama Inggris, ketika para pendukung Leeds memasuki lapangan untuk merayakan gol tersebut. Salah seorang dari pendukung tersebut berlari ke arah Kirkland, dan mendorong kedua tangannya ke wajah sang kiper, yang merobohkan mantan bintang Liverpool dan Inggris itu. Polisi dan para petugas keamanan segera mengusir para penggemar dari lapangan, namun Kirkland yang terlihat terguncang memerlukan perawatan selama beberapa saat sebelum ia dapat meneruskan bermain. Para pendukung Leeds yang berkumpul di Leppings Lane di stadion itu juga terlihat melemparkan beberapa benda, termasuk bangku yang sudah dirusak, ke arah lapangan tertuju dan tertuju pada Kirkland. Manajer Leed Neil Warnock, yang berbicara pada Minggu, berkata, "Semua klub memiliki pendukung seperti ini, dan bagi saya ini adalah saatnya untuk memulai dari bagian paling atas." "Kami mengetahui pria yang menyerang dia, dan ia harus dibawa ke pengadilan, dan mereka harus menjatuhkan hukuman setimpal." "Boleh-boleh saja mengatakan 'masuklah dan keluarkan mereka,' namun anda harus berada di sana. Itu mengerikan bagi para petugas keamanan - saya tidak akan mau menjadi petugas keamanan." "Atas alasan apapun tidak seharusnya orang-orang dibiarkan berlari ke lapangan permainan." Kirkland mengakui dirinya terkejut dengan serangan itu, ia berkata, "Ketika saya melihat ke atas, saya melihat sekilas seseorang (bergerak) mengarah kepadaku di lapangan." "Saya pikir ia akan memakiku namun kemudian tiba-tiba ia mendatangiku dengan kedua tangannya dan saya terpukul." "Saya merasakan kekuatan penuh dan saya terkejut karena anda tidak pernah tahu apa yang dapat dilakukan dengan tangannya." "Saya kesakitan, dan seperti yang telah saya katakan, benar-benar terkejut terhadap apa yang terjadi." "Sisa pertandingan berlalu begitu saja dan kemudian peluit panjang berbunyi, adrenalin pergi dan anda mengenang hal seperti itu dan itu menakutkan." "Bukan perasaan bagus untuk berpikir bahwa putriku melihat saya diserang seperti itu." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
