
Presiden: Kawasan Industri Kendal Jadi Percontohan
Senin, 14 November 2016 19:23 WIB

Semarang, (Antara Sumbar) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Kawasan Industri Kendal Park By The Bay akan menjadi sebuah contoh bagaimana kawasan industri dikembangkan dalam berbagai klaster.
"Ini nanti juga akan menjadi sebuah contoh bagaimana sebuah kawasan industri dibagi-bagi dalam klaster-klaster yang berbeda ada fashion city, food industry, ada furniture hub, ada manufacturing," kata Presiden Jokowi setelah meresmikan Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Senin.
Ia mengatakan, pembagian-pembagian seperti itu nantinya akan memberikan sebuah spesialisasi selain juga efisien karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Mas dan Bandara Internasional Ahmad Yani.
Namun menurut Presiden, kuncinya yang lain yakni terletak pada ketersediaan listrik dan gas.
"Yang ini akan memberikan dukungan penuh kepada pembukaan kawasan industri yang lain," katanya.
Presiden secara khusus menginstruksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya paling lambat akhir tahun ini.
Kepala Negara menambahkan, upaya mengundang langsung investor seperti halnya yang dilakukannya terhadap Singapura dengan mengundang langsung Perdana Menterinya Lee Hsien Loong untuk hadir menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin terbuka terhadap investasi apa pun.
"Investasi apa pun yang bisa membuka lapangan pekerjaan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi ya itu investasi, karena kita harus tahu APBN kita terbatas, BUMN capex terbatas, swasta kita punya kemampuan tapi ada batas-batasnya. Saya kira cara kerja sama seperti ini merupakan cara yang baik untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya," katanya.
Kawasan Industri Kendal ini memang awalnya direncanakan luasnya mencapai 2700 ha tapi saat ini pada fase pertama baru diselesaikan seluas 830 ha.
"Kita harapkan di Kawasan Industri Kendal ini akan menyerap lebih dari 500.000 tenaga kerja, ini yang langsung. Yang langsung 500.000 tenaga kerja ini yang kita harapkan nantinya perputaran uang di Kendal dan di sekitarnya dan di Jawa Tengah, ini bisa bergerak naik pertumbuhan ekonominya," katanya.
Presiden berharap kawasan industri tersebut dapat beroperasi penuh dalam waktu tiga atau maksimum empat tahun.
Presiden menjelaskan untuk sementara waktu pemerintah fokus untuk mengembangkan kawasan industri tersebut untuk kemudian berlanjit ke arah timur di Morotai. (*)
Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
