
Presiden Tegaskan Sistem Ketatanegaraan Indonesia Menjamin Kemajemukan

Jakarta, (Antara Sumbar) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sistem ketatanegaraan Indonesia menghargai dan menjamin kemajemukan dan kebhinekaan sehingga sesuatu yang berbeda-beda tersebut harus dijaga.
"Sistem kenegaraan, ketatanegaraan kita menghargai menjamin kemajemukan dan kebhinekaan itu dan tugas kita menjaga," kata Presiden Jokowi kepada ribuan orang yang mengikuti doa bersama di Econvention, Ancol, Jakarta, dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama Rakyat yang digelar oleh PKB.
Mantan Gubernur DKI itu mengatakan Indonesia dianugerahi keberagaman dan kemajemukan termasuk dalam hal suku yang jumlahnya lebih dari 700, bahasa daerah 340, seni, dan budaya yang seluruhnya berbeda-beda.
Bahkan tarian daerah yang bila dikumpulkan bisa mencapai lebih dari 4.000 ragam.
"Macam-macam, beda-beda inilah yang harus kita sadari," katanya.
Presiden mengatakan Indonesia dari mulai ujung barat sebelah utara di Pulau Natuna, paling utara di Pulau Miangas, hingga ke Wamena, Yahukimo, dan Puncak di Papua seluruhnya memiliki adat, budaya, dan bahasa yang berbeda.
"Ini sebuah karunia, anugerah yang patut disyukuri, tugas kita menjaga dan merawat," katanya.
Sebagai Presiden sekaligus Kepala Negara ia mengajak semua pihak untuk menjaga agar prinsip-prinsip dalam Pancasila tetap utuh.
Menurut dia, bangsa Indonesia patut menyukuri memiliki pemimpin hebat dan besar yakni Ir Soekarno yang telah mewariskan ideologi Pancasila sebagai kekuatan dan alat pemersatu bangsa yang beragam.
Ia mencontohkan seperti halnya demonstrasi 4 November 2016, umat yang datang berdemo sejatinya memiliki niat yang baik dengan kesungguhan di samping juga konstitusi juga memperbolehkan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat melalui unjuk rasa.
Namun tetap harus ada aturan yang ditaati dan diikuti termasuk untuk tidak berlaku anarkis.
"Oleh sebab itu, pada kesempatan baik ini saya perlu ingatkan kita semuanya mengenai kebersamaan kita sebagai bangsa, jangan sampai ada yang ingin merusak kebersamaan ini, jangan sampai ada yang ingin memecah-belah kita," katanya.
Pada kesempatan itu Presiden menghadiri acara bertajuk Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat "Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa" yang dihadiri ribuan orang termasuk para ulama, habaib, dan kiai.
Acara tersebut digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu upaya partai tersebut untuk menyejukkan umat dalam suasana perpolitikan yang dianggap semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah menteri yang turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri.
Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan beberapa ulama juga tampak hadir dalam acara tersebut. (*)
Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
