Logo Header Antaranews Sumbar

DWP Medan Kunjungi Bukittinggi Pelajari Pembinaan UMKM

Senin, 7 November 2016 19:20 WIB
Image Print
Seorang perajin membuat selendang tenunan Pandai Sikek di Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (2/11). Berbagai jenis model selendang hasil tenunan Pandai Sikek yang dibuat selama dua hingga tiga bulan tersebut dijual dengan harga Rp 1,7 juta per selendang. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengunjungi Kota Bukittinggi untuk mempelajari progam pembinaan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu.

Ketua DWP Medan Suti Syaiful Bahri di Bukittinggi, Senin, mengatakan dipilihnya kota "Jam Gadang" sebagai tujuan kunjungan karena pihaknya menilai produk UMKM yang dihasilkan daerah itu cukup beragam.

"Medan saat ini sedang dikembangkan menjadi daerah ekowisata. Di samping menyiapkan sarana prasarana, kami harus siapkan pula cenderamata khas daerah bagi wisatawan agar ekonomi masyarakat terus tumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah setempat telah melakukan pembinaan dan promosi terhadap produk UMKM daerah itu namun karena belum terkoordinir dengan baik sehingga pelaku UMKM dan produk yang dihasilkan belum berkembang.

Dari kunjungan tersebut, diharapkan DWP Medan dapat mengetahui pola pembinaan yang diberikan pemerintah Bukittinggi terhadap para pelaku UMKM dalam menghasilkan produk yang dapat menjadi ciri khas daerah.

"Bukittinggi dikenal dengan produk bordiran, mukena dan lainnya. Kami harap ke depan pelaku UMKM di Medan juga dapat menghasilkan produk yang menampilkan ciri atau budaya daerah dan hanya dapat diperoleh di Medan," tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Bukittinggi, Azhari mengatakan pembinaan UMKM di daerah itu dilakukan dengan cara membentuk kelompok-kelompok usaha kecil di tingkat kelurahan.

Para pelaku UMKM juga diikutsertakan dalam pameran-pameran produk yang dilaksanakan di luar daerah untuk mengenalkan produk dan menambah pengetahuan para pelaku mengenai produk yang telah dihasilkan oleh daerah lain.

"Di samping itu, pembinaan pelaku UMKM juga melibatkan peran BUMD dan BUMN di daerah misalnya kegiatan yang saat ini sedang dilakukan yakni pembinaan dalam memasarkan produk melalui sistem dalam jaringan (daring) agar produk dapat dikenal lebih luas," katanya.

Ia mengharapkan melalui kunjungan itu dapat meningkatkan silaturahmi ke dua daerah dan pelaku UMKM setempat dapat pula memperoleh pengetahuan mengenai produk-produk UMKM di Medan. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026