Logo Header Antaranews Sumbar

BKKBN Harapkan Generasi Muda Ikuti Program GenRe

Senin, 7 November 2016 19:05 WIB
Image Print

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI mengharapkan generasi muda Indonesia agar mengikuti program Generasi Berencana (GenRe).

"Semua generasi muda harus mengikuti program GenRe," kata Kepala BKKBN RI Surya Candra Surapati dalam kuliah umum di Stikes Mercu Bakti, Padang, Sumbar, senin.
Menurutnya seluruh generasi muda harus merencanakan masa depan, merencanakan kapan mulai bekerja, dan mengabdi di masyarakat serta merencanakan kapan menikah.

Dengan sasaran remaja yang berusia sepuluh hingga 24 tahun tapi belum menikah, mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah, keluarga, serta masyarakat yang peduli terhadap kehidupan para remaja.

"Katakan tidak pada seks pranikah, tidak pada pernikahan usia dini," katanya.

Ia menerangkan sebaiknya jangan menikah sebelum usia 21 tahun bagi wanita dan pria sebelum usia 25 tahun, karena sebelum usia 21 tahun terutama pada wanita organ-organ reproduksi belum matang sehingga memiliki risiko tinggi bagi ibu yang hamil dan melahirkan pada usia tersebut.

"Dalam usia itu masih dalam kategori anak-anak, masih perlu gizi," ujarnya.

Kemudian, lanjut dia dalam hal segi mental dalam usia tersebut masih mental anak-anak maka perlu untuk merencanakan pernikahan.

Ia menganjurkan setelah menikah untuk mengikuti program KB dengan dua anak saja, serta pada usia 35 tahun disarankan untuk berhenti hamil, dapat berisiko bagi seorang ibu dalam melahirkan karena pada usia itu telah terjadi penurunan dari fungsi organ reproduksi.

Lalu menjarangkan jarak kelahiran minimal tiga hingga lima tahun hal itu dikarenakan masih pada tahap penyempurnaan ASI sampai bayi berusia dua tahun yang dimulai dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) asi ekslusif selam enam bulan.

Sementara itu Staf Jabatan Fungsional Umum (JFU) Bagian Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepenghuluan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Januar, mengatakan untuk mengatasi masalah pernikahan di usia dini perlu mempelajari lebih dalam pendidikan agama anak.

Kemudian memperbaiki pola didikan orang tua, menjauhkan mereka dari pergaulan negatif, dan memberi pemahaman untuk mencapai cita- cita yang diinginkan untuk masa depan masing- masing, ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Informasi BKKBN Sumbar Yusnani menyebutkan sebanyak 6.083 pasangan menikah pada usia dini atau di bawah usia 20 tahun di provinsi itu dari 2010 hingga 2015.

Untuk mencegah pernikahan dini pihaknya telah menggandeng para kepala desa dan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam memberikan motivasi kepada pemuda- pemudi yang belum waktunya untuk menikah agar menggapai cita-citanya terlebih dahulu, ujar dia. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026