
BNN, TNI dan Polri Musnahkan Tanaman Ganja
Jumat, 4 November 2016 06:50 WIB

Jakarta, (Antara Sumbar) - Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan TNI dan Polri serta BNNP Aceh kembali memusnahkan ladang ganja berkualitas super di Kaki Gunung Seulawah Desa Pulo Pemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.
"Petugas gabungan menyisir dua hektare ladang ganja berumur dua-tiga bulan yang sebagiannya sudah dipanen. Petugas harus menempuh perjalanan selama tiga jam dengan berjalan kaki," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi dalam siaran persnya yang diterima Antara, Jumat pagi.
Medan yang dilalui pun beragam mulai dari bebatuan, sungai, hingga mendaki gunung. Semua itu dilakukan demi memberantas peredaran narkoba, khususnya ganja, yang meski ladangnya kerap dibabat habis petugas, masih saja ada warga "nakal" yang mencoba menanam dan mengambil untung dari tanaman berzat adiktif yang jika dikonsumsi sangat berbahaya, kata pria perwira menengah Polri itu.
Direktur Narkotika BNN, Sugiyo yang memimpin operasi tersebut menyatakan bahwa tanaman ini diduga sengaja ditanam karena dilihat dari proses penanamannya dan tumbuh dengan sangat rapi dan tidak seperti sebelum-sebelumnya yang biasa ditanam dengan liar.
"Namun tidak ditemukan pihak-pihak yang mengelola ladang tersebut. Melalui pemusnahan ladang ganja ini, beliau kembali mengingatkan masyarakat bahwa menanam ganja adalah perbuatan yang dilarang dan akan ditindak pidana bagi siapa saja yang melakukan," kata Slamet.
Slamet juga menyampaikan bahwa pemusnahan tersebut merupakan lambang atau simbol kehadiran negara yang mengingatkan bahwa penanaman ganja di Tanah Air tidak boleh dilakukan.
"Temuan lokasi ini merupakan partisipasi warga sekitar Lamteuba, Aceh Besar, yang melaporkan kepada petugas tentang lahan ganja yang akhirnya berhasil ditemukan dan dimusnahkan ini. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian warga sekitar untuk mencegah terjadinya peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba," kata Slamet.
BNN dan aparat setempat akan terus melakukan pemetaan dan memusnahkan ladang ganja yang tumbuh di daerah-daerah rawan, seperti Aceh, Jambi, Bengkulu dan Medan, hingga tak ada lagi ganja yang tumbuh di ranah ibu pertiwi, katanya. (*)
Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
