Logo Header Antaranews Sumbar

Kasus DBD di Agam Meningkat

Rabu, 12 Oktober 2016 20:16 WIB
Image Print
Nyamuk.

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 410 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu sejak Januari hingga September 2016 atau mengalami peningkatan dari 2015 yang berjumlah 289 kasus.

"Ini disebabkan faktor cuaca dan mobilitas penduduk dari daerah lain," kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Agam, Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Rabu.

Ia menyebutkan laporan kasus tersebut baru dari 18 dari 23 puskesmas di Agam.

Untuk meminimalisasi kasus DBD ini, pihaknya mengimbau warga untuk melakukan pola hidup bersih dan melakukan gerakan 3 M plus dengan cara menguras, menutup bak penampungan, menimbun kaleng bekas, tidak menumpuk pakaian kotor, membersihkan selokan dan lainnya.

Selain itu, Dinkes Agam juga melakukan fogging atau pengasapan di daerah yang ditemukan kasus DBD.

"Sebelum pengasapan, warga diimbau untuk melakukan gotong royong membersihakn selokan, menimbun ban bekas dan lainnya. Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai nyamuk aedes aegypti," tambahnya.

Ia merincikan kasus DBD ini tersebar di Puskesmas Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 152 kasus, Puskesmas Pakan Kamih Kecamatan Tilatang Kamang sebanyak 74 orang, Puskesmas Matur Kecamatan Matur sebanyak 35 orang.

Lalu, Puskesmas Bawan Kecamatan Ampek Nagari sebanyak 34 orang, Puskesmas Koto Alam Kecamatan Palembayan sebanyak 26 kasus, Puskesmas Padang Tarok Kecamatan Baso sebanyak 16 kasus.

Sementara di Puskesmas Baso Kecamatan Baso sebanyak 10 kasus, Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek sebanyak 11 kasus, Puskesmas Lasi Kecamatan Canduang sebanyak 13 kasus, Puskesmas Kapau Kecamatan Tilatang Kamang sebanyak satu kasus.

Puskesmas Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua sebanyak satu kasus, Puskesmas Padang Lua Kecamatan Banuhampu sebanyak delapan kasus, Puskesmas Malalak Kecamatan Malalak sebanyak dua kasus, Puskesmas Maninjau Kecamatan Tanjung Raya sebanyak tujuh kasus.

Selain itu, Puskesmas Palembayan Kecamatan Palembayan sebanyak enam kasus, Puskesmas Balai Ahad Kecamatan Tanjung Raya sebanyak enam orang dan Puskesmas Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung sebanyak dua orang.

Sedangkan lima puskesmas yang tidak ada kasus DBD yakni, Puskesmas Magek Kecamatan Kamang Magek, Puskesmas Palupuh Kecamatan Palupuh, Puskesmas Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, Puskesmas Batu Kambiang Kecamatan Ampek Nagari dan Muaro Putih Kecamatan Tanjung Mutiara.

"Tidak ada korban jiwa akibat DBD ini dan penderita DBD bisa ditangani dengan baik," katanya.

Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Agam, Zulham Efendi berharap dinas terkait untuk melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada warga seperti, melakukan pola hidup bersih, menanam tanaman yang tidak suka oleh nyamuk aedes aegypti dan lainnya.

"Sosialisasi ini harus diadakan setiap saat di 82 nagari agar bisa menekan kasus DBD," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026