
Wabup: Cetak Sawah Baru Harus Didukung
Rabu, 21 September 2016 16:23 WIB

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Wakil Bupati (Wabup) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Abdul Rahman mengatakan program cetah sawah baru harus didukung dan didorong terus setiap tahun agar swasembada pangan nasional bisa tercapai.
"Menambah lahan baru sangat sulit dan kita masih memiliki peluang. Oleh sebab itu harus didorong terus agar lahan pertanian terus bertambah dan target swasembada pangan bisa tercapai," ujarnya usai melaksanakan tanam perdana cetak sawah baru di Nagari Lubuak Gadang Timur, Rabu.
Dia menambahkan setelah program cetak sawah baru di Solok Selatan selesai pihaknya akan mencari potensi baru yang cukup pengairannya untuk dicetak lagi.
Setiap tahun, lanjutnya lahan pertanian terus berkurang sedangkan jumlah penduduk terus bertambah dan ini bisa menjadi ancaman bangsa kedepannya.
"Jumlah penduduk bertambah dengan cepat walaupun sudah ada program Keluarga Berencana (KB) tetapi lahan pertanian terus berkurang dan ini bisa menjadi ancaman ketahanan pangan oleh sebab itu cetak sawah baru bisa jadi solusi tepat mengatasinya," jelasnya.
Menurutnya kebutuhan manusia untuk makan terus bertambah tetapi dengan berkurangnya lahan pertanian tentu saja menjadi masalah kedepannya.
Oleh sebab itu, terangnya program pusat swasembada pangan harus didukung daerah dan potensi lahan yang bisa dijadikan sawah akan di usulkan untuk cetak sawah baru.
Dari nenek moyang orang Minangkabau, sebutnya sudah memikirkan masalah swasembada pangan ini buktinya dengan adanya rangkiang sebagai penyimpan hasil panen.
Selain itu, menurutnya menambahkan dengan lahan pertanian yang sudah ada hangan hanya dijadikan untuk menanam padi saja tetapi harus disinkronkan dengan pariwisata seperti agrowisata.
Petani, tambahnya jangan hanya mengandalkan hasil dari sawah atau ladang saja tetapi mereka bisa memelihara sapi atau kerbau untuk menunjang perekonomian.
"Kedepan satu petani satu sapi harus kita dukung dan bisa terealisasi agar perekonomian mereka bisa meningkat dan tidak hanya mengandalkan hasil dari sawah atau ladang saja," terangnya.
Sementara itu Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0309 Solok, Letkol Infanteri Irwan Harjatmono mengemukakan, sawah yang ada harus dipertahankan oleh masyarakat dan jangan sampai beralih fungsi agar swasembada pangan bisa dicapai.
"Masyarakat harus berusaha mempertahankan sawah yang ada dan jangan sampai berkurang sebab lahannya sudah sulit," sebutnya.
Selain itu ia mengapresiasi antusisme dan semangat masyarakat Solok Selatan dalam hal cetak sawah baru ini.
"Biasanya kami yang mencari masyarakat tetapi disini mereka yang mendesak kita untuk secepatnya dan kita sangat mengapresiasi hal itu," katanya. (*)
Pewarta: Erik Ifansyah Akbar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
