Logo Header Antaranews Sumbar

Kembangkan PLTM/H Butuh Koordinasi Pemerintah dan PLN

Rabu, 21 September 2016 15:06 WIB
Image Print
Ilustrasi.

Padang, (Antara Sumbar) - Koordinasi antara pemerintah daerah dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sangat diperlukan untuk mengembangkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM/H) dengan bantuan investasi swasta.

"Koordinasi itu penting dalam penyusunan peta pengembangan PLTM/H agar tidak saling menghambat antara unit yang satu dengan unit yang lain," kata Ketua Pembina Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia, Eddie Widiono disela-sela diskusi membangun dan mengelola PLTM/H di Padang, Rabu.

Ia mencontohkan, pada satu aliran sungai bisa dibangun beberapa titik PLTM/H. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, terutama soal debit air, maka antara PLTM/H itu bisa saling melemahkan dan merugikan salah satu pihak.

"Terlalu banyak PLTM/H dalam satu aliran sungai juga bisa berakibat buruk, karena jaringan PLN di lokasi itu belum tentu bisa menerima seluruh energi listrik yang dihasilkan. Ini juga akan merugikan investor," ujarnya.

Solusi untuk hal itu, menurutnya adalah koordinasi antara pemerintah daerah sebagai pemilik wilayah dengan PT. PLN yang akan membeli energi listrik, mulai dari pemetaan potensi.

Saat ini dia menilai, koordinasi itu belum maksimal. Contoh ada tiga izin prinsip PLTM/H di daerah aliran sungai tertentu dikeluarkan. Masing-masing 10 MW, ternyata jaringan PLN disitu hanya mampu menampung 12 MW.

"Hal seperti ini ke depan jangan terjadi lagi, tambahnya.

Selain perlunya koordinasi di bidang perizinan, para penanam modal PLTM/H di Sumbar menurutnya juga harus diberikan kepastian bahwa berinvestasi di daerah itu menguntungkan dengan resiko minimal. Begitu pula, pihak perbankan juga harus memberikan dukungan pendanaan yang optimal.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, saat ini terdapat 500 titik potensial untuk dikembangkan menjadi PLTM/H di daerah itu. Dari seluruh potensi itu, 83 izin prinsip telah dikeluarkan, namun baru empat titik yang telah beroperasi dengan kapasitas listrik yang dihasilkan 12, 270 MW.

"Artinya, masih banyak potensi yang belum tergarap dan bisa dimanfaatkan oleh investor," sebutnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026