
Presiden Mali Berharap Akan Selenggarakan Pemilu 31 Juli

Addis Ababa, (ANTARA/AFP) - Presiden Mali Dioncounda Traore, Selasa, berharap untuk mengadakan pemilihan umum di negaranya yang dikoyak perang pada 31 Juli. Traore, penjabat kepala negara, mengatakan bertekad "untuk mengatur pemilihan sesegera mungkin ... atau sebelum 31 Juli 2013, satu pemilu yang bersih, transparan dan kredibel." Berbicara di ibu kota Ethiopia, dia mengucapkan terima kasih kepada "seluruh masyarakat internasional" pada saat negara-negara menjanjikan bantuan 455,5 juta dolar AS dalam konferensi donor di Addis Ababa, Selasa, untuk operasi militer terhadap gerilyawan di bagian utara Mali dan bantuan kemanusiaan. "Saya ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk memimpin transisi di Mali dengan agenda tunggal - pemulihan wilayah yang diduduki, tetapi juga, dan terutama, kembalinya situasi konstitusional secara normal di Mali," tambahnya. Organisasi pemilu dan pembebasan Mali utara merupakan bagian dari tugas utama yang ditetapkan bagi pemerintah transisi, yang diberlakukan menyusul kudeta tahun lalu. Pemimpin PBB Ban Ki-moon, saat berbicara di Uni Afrika, Minggu,telah meminta pemerintah Mali untuk menyetujui suatu "proses politik inklusif", yang akan mengakibatkan "pemulihan penuh tatanan konstitusional." (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
