
Mali Mulai Kampanye Pemilihan Presiden

Bamako, (Antara/AFP) - Mali pada Ahad secara resmi mulai melakukan kampanye pemilihan presiden pada 28 Juli, dengan negara itu berjuang mengalihkan keadaan perang kembali ke pemerintah konstitusional, yang sangat diperlukan setelah krisis politik 18 bulan. Pemilihan itu merupakan yang pertama sejak kudeta Maret pada tahun lalu, yang menggulingkan presiden terpilih secara demokratis, hanya beberapa bulan sebelum ia dijadwalkan mundur pada akhit masa jabatannya. Pemerintah peralihan mencabut keadaan darurat enam bulan Sabtu, menandakan apa yang para pejabat harapkan satu perubahan berangsur pada situasi normal menjelang pemilu itu. Tetapi, pengeritik memperdebatkan proses itu yang mereka anggap terburu-nuru dan jauh pemulihan demokrasi, mengancam negara Afrika barat yang terbelah itu dilanda kekacauan lebih jauh. Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut persiapan-periapan pekan lalu sebagai satu "pekerjaan yang sangat besar". "Keadaan di Mali sangat mencemaskan. Karena itu hasil pemilu itu haruslah dapat dipercaya dan berlangsung secara damai dengan hasilnya disetujui semua rakyat Mali," kata Ban kepada wartawan di Jenewa. Kudeta menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure dan menimbulkan kesempatan bagi kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Alqaida untuk merebut Mali utara. Satu missi pasukan perdamaian PBB yang terdiri atas 6.000 tentara Afrika barat bertugas menjamin keamanan selama dan setelah pemilu itu, dan kekuatannya akan ditambah menjadi 11.200 personil plus 1.400 polisi pada akhir tahun ini. Penggelaran itu memungkinkan Prancis mulai menarik sebagian besar dari 4.500 tentaranya yang dikirim ke Mali, Januari untuk mencegah geraka maju gerilyawan Islam menuju ibu kota Bamako, dari pangkalan mereka di utara. Prancis berencana hanya akan meninggalkan 1.000 tentara sebelum akhir tahun 2013 dan mendorong bagi diselenggarakan segera pemilu dengan pulihnya ketertiban di negara itu, yang kini berada dibawah kendali satu pemerintah transisi sejak kudeta itu. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
