Logo Header Antaranews Sumbar

Mahasiswa IAIN Bukittinggi Ikuti Pengenalan Kampus

Senin, 22 Agustus 2016 20:03 WIB
Image Print

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Sebanyak 2.337 mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar di kampus setempat, Senin.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Bukittinggi, Nur Aisyah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan pengenalan bagi mahasiswa baru terkait kegiatan pembelajaran di kampus.

"Dalam PBAK, para mahasiswa diberikan pengetahuan mengenai pedoman akademik, bagaimana pola belajar di perguruan tinggi, kode etik mahasiswa dan kegiatan-kegiatan lain di dalam lingkungan kampus," tambahnya.

Selama pengenalan tersebut, para mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemerintahan dan ketertiban umum dengan narasumber dari Pemkot Bukittinggi dan kepolisian setempat.

Ia menyebutkan, semua mahasiswa baru berasal dari empat fakultas yang ada di kampus itu yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Pelaksanaan PBAK dilakukan selama dua hari yakni 22 hingga 23 Agustus 2016 dan dilanjutkan dengan pembinaan oleh kakak kelas terkait unit kegiatan kemahasiswaan di kampus.

"Di pengenalan unit kegiatan kemahasiswaan, para mahasiswa baru dapat mengenal kegiatan-kegiatan lain di kampus seperti seni, olahraga, pencinta alam dan lainnya sehingga dapat bergabung sesuai minat dan bakatnya," jelasnya.

Ia mengharapkan, melalui PBAK, para mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah tersebut dapat mengenal dengan baik satu sama lain dan mengikuti perkuliahan dengan baik.

Sementara, Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias saat memberikan pembekalan, mendorong agar mahasiswa aktif mengembangkan kemampuan non akademik melalui keikutsertaan dalam organisasi kampus yang sesuai dengan minat dan bakat.

"Kami harapkan mahasiswa juga aktif melakukan kegiatan diskusi yang bermanfaat dan menghindari demonstrasi karena cenderung tidak memberikan manfaat. Berdiskusi atau musyawarah lebih baik karena dapat mencerminkan masyarakat yang beradat dan berbudaya," jelasnya.

Ia mengimbau para mahasiswa agar fokus mengembangkan diri dan menjauhi pergaulan yang tidak bermanfaat.

"Pemerintah selalu melakukan razia, kami harap jangan sampai mahasiswa ikut terjaring dalam razia-razia yang dilaksanakan oleh petugas tersebut," tegasnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026