
BI : Pertumbuhan Kuartal-II Belum Lebihi 5 Persen
Senin, 11 Juli 2016 13:25 WIB

Jakarta, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II (Q2) 2016 belum akan melebihi tren normal 5,0 persen, meskipun konsumsi masyarakat diyakini akan membaik karena stimulus pencairan gaji ke-13 dan ke-14 pegawai negeri sipil, Polri dan TNI.
Gubernur BI Agus Martowardojo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin, memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan naik namun tipis, menjadi 4,94 persen dibanding 4,92 persen pada kuartal I 2016.
"Dari kajian BI ada perbaikan, sedikit lebih baik dibandingkan kuartal I, tapi belum mencapai lima persen," ujar dia.
Agus mengatakan, konsumsi masyarakat, yang menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi, telah membaik seiring tren konsumsi tinggi pada bulan Ramadhan dan Lebaran 1437 Hijiriah, serta perbaikan daya beli masyarakat.
Pada kuartal I 2016, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,94 persen dengan kontribusi 56,9 persen ke pertumbuhan ekonomi.
Salah satu sektor pengeluaran (konsumsi) yang diyakini memicu pertumbuhan ekonomi kuartal II, kata Agus, adalah sektor transportasi. Dia menilai, masyarakat kini tidak ragu-ragu lagi untuk meningkatkan konsumsi di sektor transportasi. Hal ini juga menunjukkan perbaikan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
"Masyarakat melakukan perjalanan, mengeluarkan uang untuk kebutuhan konsumsi, ini semua akan baik untuk ekonomi. Kita harapkan kuartal III dan IV ekonomi lebih baik," ujarnya.
Sedangkan di semester II, Agus meyakini pertumbuhan ekonomi bisa terpacu karena melimpahnya stimulus, terutama dari limpahan dana repatriasi kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty).
"Kami yakin banyak individu atau dunia usaha yang sudah mulai membawa dananya ke Indonesia. Kami akan liat bagaimana aliran dana masuk," ujar dia.
Hingga 24 Juni 2016, kata Agus, dana masuk (capital outflow) ke Indonesia tercatat sebesar Rp97 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp57 triliun.
BI meyakini pertumbuhan ekonomi 2016 akan berada di 5-5,4 persen. (*)
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
