
Baznas Padang Bantu Pendidikan Anak Miskin
Rabu, 22 Juni 2016 18:15 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyalurkan bantuan pendidikan dan pelatihan keahlian bagi anak-anak dari keluarga miskin di daerah itu.
"Kami memberikan bantuan pendidikan ini secara rutin kepada anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu namun memiliki prestasi agar dapat melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi," kata Kepala Baznas Kota Padang, Epi Santoso, di Padang, Rabu.
Ia menambahkan bantuan diberikan sebanyak dua kali dalam setahun. Untuk tingkat SD diberikan per anak Rp600 ribu satu tahun, SMP Rp800 ribu, dan tingkat SMA Rp1 juta setahun.
Menurutnya yang melakukab penyeleksian peserta penerima bantuan tersebut adalah Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Padang.
"Selanjutnya, untuk tingkat pendidikan D3 dan S1 mereka mengajukan proposal lansung ke Baznas, syaratnya adalah berasal dari keluarga tidak mampu," ujarnya.
Ia menyebutkan untuk penerima bantuan di tingkat universitas jurusan yang dipilih harus minimal terakreditasi B, serta tidak sedang menerima beasiswa dikampus dengan dibuktikan surat keterangan.
Ia menambahkan, untuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk jurusan eksakta minimal memiliki IPK tiga, sementara itu untuk bidang jurusan sosial minimal IPK 3,25.
Sementara itu, untuk program pelatihan keahlian dengan bekerja sama dengan lembaga keterampilan, atau dengan karang taruna yang mengumpulkan anak-anak putus sekolah.
"Tahun lalu , kami sudah mengupgrade 20 orang untuk belajar bahasa inggris, keahlian untuk bekerja di hotel. Kemudian untuk 38 orang les mobil, sampai bisa nyetir dan keluar sim, serta bisa mengenal bengkel secara sederhana," lanjut dia.
Pada target tahun ini dianggarkan untuk 40 orang masing-masing nantinya akan menerima sekitar Rp2 juta, jadi total keseluruhan dana untuk pelatihan keterampilan tersebut adalah sekitar Rp80 juta.
"Untuk tahun ini akan kami arahkan ke keahlian mengenal telepon genggam karena banyak permintaan dari remaja-remaja tamat SMK, yang meminta lesnya untuk mengenal telepon genggam dan servisnya," ujarnya.
Selanjutnya, katanya program tersebut berdasarkan permintaan dari remaja-remaja tamat SMK serta usul dari guru-guru SMK untuk membuka program pelatihan keahlian reparasi ponsel.
"Tahun ini banyak yang minta untuk anak-anak alumni SMK usulan dari guru-guru SMK, kemudian kami bernegosiasi untuk bermitra dengan salah satu perusahaan ponsel misalnya Oppo," sebutnya.
Ia mengatakan jika keterampilan anak yang dilatih tersebut bagus, serta mempunyai kemampuan untuk mengembangkan usaha. Berdasarkan keterampilan yang telah dipelajarinya tersebut maka Baznas Kota Padang akan memberikan bantuan untuk menunjang usahanya tersebut.
"Awalnya kami berikan pelatihannya saja, tapi tidak tertutup kemungkinan kalau hasilnya baik dan mamu berusaha sendiri maka akan kita bantu usahanya," tambahnya.
Terkait itu, Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan data para siswa tidak mampu yang berprestasi dan diberikan kepada Baznas untuk penyaluran beasiswa.
"Kami menyediakan data anak-anak yang tidak mampu, serta ada juga yang berasal dari usulan sekolah untuk direkomendasikan ke baznas," ujarnya. (*)
Pewarta: Pratiwi Tamela
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
