Logo Header Antaranews Sumbar

Diskoperindag Solok Selatan: Belum Ada Gejolak Harga

Senin, 13 Juni 2016 13:52 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyatakan satu minggu Ramadhan belum terjadi gejolak atau kenaikan harga bahan kebutuhan pokok di daerah itu.

"Harga kebutuhan pokok hingga saat ini masih stabil dan tidak ada kenaikan yang signifikan bahkan ada beberapa yang mengalami penurunan," kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Arnonsyah di Padang Aro, Senin.

Dia mengatakan, harga cabe merah kriting di Solok Selatan mengalami penurunan harga dari Rp26 ribu perkilogram menjadi Rp20.000 perkilogramnya.

Sedangkan untuk harga daging sekarang cuma Rp110 ribu perkilogramnya sedangkan di beberapa daerah di Indonesia harganya mencapai Rp130 ribu perkilo.

Selain itu katanya, memang ada juga yang mengalami kenaikan seperti telur dan ayam ras serta gula pasir.

"Secara umum tidak ada gejolak yang terlalu signifikan dan masih stabil berbagai harga kebutuhan pokok," katanya.

Salah seorang warga Sangir May (31) mengatakan, di Pasar Padang Aro pada Rabu lalu harga daging memang masih Rp110 perkilogramnya.

"Memang tidak ada harga kebutuhan yang naik terlalu signifikan tetapi kita berharap harga gula bisa turun menjelang Lebaran karena akan sangat dibutuhkan terutama ibu rumah tangga seperti kami," katanya.

Akan tetapi katanya, harga komoditi unggulan seperti pinang juga turun cukup signifikan padahal itu bisa membantu perekonomian masyarakat.

"Biasanya Rp13 ribu perkilonya tetapi sekarang hanya Rp8.000 perkilo padahal pinang ini bisa menyelamatkan biaya belanja kami setiap minggunya," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Ali Sabri Abas mengatakan, gejolak harga secara nasional tidak terlalu berpengaruh di Solok Selatan.

"Sebagian besar masyarakat di Solok Selatan merupakan petani dan semua kebutuhan pokok tersedia kecuali gula, tepung dan ayam," katanya.

Menurut dia, dengan banyaknya ketersediaan kebutuhan maka harganya tidak akan terlalu bergejolak sebab sudah bisa disediakan oleh petani setempat. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026