
Taman Jam Gadang Bukittinggi Semrawut

Bukittinggi, (ANTARA) - Taman Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tampak semakin semrawut akibat dipenuhi pedagang dadakan. Seperti yang terlihat sepanjang Kamis, hampir seluruh areal taman ditempati pedagang dadakan. Mereka dengan leluasa berjualan di areal taman yang terkesan berubah fungsi menjadi pasar. Selain pedagang dadakan, areal taman yang seharusnya menjadi tempat bagi wisatawan untuk bersantai juga terusik oleh ulah badut-badut dan pengamen jalanan. Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Komunikasi dan Informatika terkesan tidak mampu menertibkan mereka. Kondisi itu menciptakan suasana tidak nyaman bagi wisatawan yang pada umumnya berasal dari luar Sumatera Barat. "Kami tak nyaman lagi berada di taman Jam Gadang, berbeda dari sepuluh tahun yang lalu," kata Dayat, salah seorang wisatawan asal Bengkulu. Ia mengaku tidak menduga kondisi taman Jam Gadang jauh berubah dibanding sepuluh tahun lalu. Pernyataan sama juga disampaikan pengujung dari Kota Padang, Jufantri. Ia menyebutkan taman Jam Gadang sudah ibarat pasar tumpah. "Kondisi taman yang semrawut tidak ada satu pun petugas yang berinisiatif mengatasinya meski mereka berada di sekitar taman," kata dia. Ia mengaku kecewa dengan keadaan taman Jam Gadang yang terkesan telah berubah fungsi tersebut. "Kami tidak habis pikir dengan kondisi taman yang seperti ini," katanya. Dia berharap Pemkot Bukittinggi membersihkan objek wisata utama itu dari pedagang dadakan sehingga wisatawan merasa lebih aman dan nyaman saat berwisata. Selain kota tujuan wisata Kota Bukittinggi juga menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan setelah melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata seperti Danau Singkarak, Danau Maninjau, serta sejumlah objek wisata lain di Kota Payakumbuh, Kota Padangpanjang, serta Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. (*/ham/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
