Logo Header Antaranews Sumbar

Wisman ke Riau Meningkat 10,51 Persen

Kamis, 2 Juni 2016 21:41 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara Sumbar) - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Riau sepanjang tahun 2015 mencapai 52.971 orang atau mengalami peningkatan sebesar 10,51 persen dibanding tahun sebelumnya mencapai 47,67 ribu lebih.

"Peningkatan ini terjadi antara lain lebih akibat gencarnya promosi disamping Riau terus mengintensifkan kerjasama dengan sejumlah biro-biro perjalanan wisata nasional dan internasional," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Riau M. Yafiz, di Pekanbaru, Kamis.

Ia mengatakan itu dalam acara rapat konsultasi regional Produk Regional Bruto-Indikator Sosial Ekonomi (Konreg ) PDRB-ISE se-Sumatera tahun 2016 digelar di Pekanbaru 1-3 Juni 2016.

Kongres ini diikuti seratusan peserta berasal dari Ketua Bappeda, Ketua BPS, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Kantor perwakilan BI se-Sumatera, kepala SKPD Provinsi Riau, mengusung tema "Optimlaisasi peran industri pariwisata dalam mendukung pencapaian sustainabel developement goal's melalui pemantapan infrastruktur dan promosi".

Menurut Arsyadjuliandi Rachman, Riau memiliki 287 objek wisata dan daya tarik wisata tersedia di Riau, alam, sejarah, religi, tirta, bahari hingga minat khusus tersebar 12 kabupaten dan kota se-Riau.

Mirisnya katanya, sebagian besar masih belum dikenal wisatawan sehingga promosi perlu terus digencarkan .

"Potensi pariwisata saat ini perlu terus dikembangkan dan peluang pariwisata berbasis budaya ini harus diambil dan terus menggalang kerjasam promosi untuk tingkat lokal, nasional dan internasional, karena masih banyak belum dikenal masyarakat luar," katanya.

Ia menyebutkan, promosi yangs udah dilakukan antara lain melalui Riau Menyapa Dunia di laksanakan Jakarta, dengan "tagline Riau, the homeland of Melayu itu, diperkenalkan destinasi pariwisata diantaranya ombak bono, di Kabupaten Pelalawan, Festival pacu jalur Kabupaten Kuansing.

Selain itu tour de Siak di Kabupaten Siak, perayaan bakar tongkang di Kota Bagan si api-api, ritual gema ramadhan di Kabupaten Inderagiri Hilir, festival panatai Rupat di Kabupaten Bengkalis, dan potensi lainnya.

"Namun demikian dalam pengembangan pariwisata Riau masih menghadapi kendala antara lain minimnya dukungan infrastruktur, sehingga perlu meminta bantuan pemerintah Pusat," katanya.

Disamping itu, katanya seluruh pihak terkait diharapkan satu tujuan dalam mengembangkan pariwisata di daerah ini sekaligus merealisasikan Riau sebgai pusat kebudayaan Melayu dan perekonomian di tingkat Asian Tenggara. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026