Padang, (Antara Sumbar) - Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Wijaya di Kota Padang, Sumatera Barat, mengharapkan adanya kompetisi U-15 yang berkelanjutan untuk melahirkan pemain-pemain sepak bola di daerah itu bisa bermain di kancah nasional.
"Kompetisi sepak bola U-15 di Kota Padang untuk saat ini tidak ada. Banyak pemain U-15 yang muncul kemudian hilang," kata Manajer SSB Putra Wijaya, Erisantoso di Padang, Kamis.
Dia menambahkan turnamen yang ada di Kota Padang hanya sekedar pelepas rindu bagi pemain muda yang merindukan kompetisi untuk meningkatkan prestasi atlet dan mengasah kemampuan yang dimilikinya.
"Pemain yang dulunya bersinar tidak akan muncul lagi apabila tidak ada kompetisi. Turnamen karena sifatnya tidak permanen, hanya membuat pemain muda tidak mempunyai jam terbang yang tinggi," ujarnya.
Dengan adanya kompetisi, lanjutnya, pemain sepak bola mempunyai jadwal bertanding yang jelas. "Pemain tidak akan mempunyai waktu berkumpul yang kurang jelas jika ada kompetisi," sebutnya.
Salah satu upaya dari SSB Putra Wijaya dalam meningkat kemampuan dan jam terbang pemain, menurutnya, sekolah sepak bola tersebut menggelar Putra Wijaya Cup yang di laksanakan dari 31 Mei sampai 1 Juni 2016.
Turnamen tersebut diikuti enam kesebelasan yang semua berasal dari Kota Padang, yakni Putra Wijaya A, Putra Wijaya B, Padang United, Ripan's, Taruna Mandiri, dan Rajawali Manchudum.
Dalam final yang dilaksanakan 1 Juni 2016 di lapangan Batalyon 133 Wira Sakti yang mempertemukan SSB Putra Wijaya A dengan SSB Rajawali Manchudum. SSB Putra Wijaya juara satu setelah mengalahkan SSB Rajawaji Manchudum di final dengan skor 3-1.
Turnamen tersebut, tambahnya, akan digelar setiap tahun. Untuk turnamen tahun ini dalam menyambut bulan puasa yang akan datang, juga ajang silaturahmi antarklub.
Salah satu pemain SSB Putra Wijaya, Havis Erico merasa bersyukur dengan adanya turnamen tersebut.
"Kami beryukur dengan mendapatkan juara pertama setelah kami mengalahkan lawan kami (SSB Rajawali Manchudum) yang bermain cukup akresif pada pertadingan," katanya.
Dia berharap turnamen ini bisa digelar setiap tahunnya. "Saya merindukan kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan prestasinya sebagai pemain bila yang mengharumkan nama klubnya," tambahnya. (*)
