Logo Header Antaranews Sumbar

Capaian 10 Tahun Pendidikan di Pariaman

Selasa, 3 Mei 2016 19:23 WIB
Image Print

Pariaman, (AntaraSumbar) - Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman menyampaikan 10 tahun pembangunan dunia pendidikan di kota itu, Selasa.

Wali Kota di Pariaman, mengatakan dalam kurun 10 tahun terakhir pemerintah telah melakukan sejumlah revolusi pendidikan di daerah itu.

"Perubahan untuk memajukan dunia pendidikan terus kami lakukan, salah satunya menerapkan program wajib belajar 12 tahun yang tidak semua daerah di Sumbar melakukanya," kata dia.

Ia meneruskan program wajib belajar 12 tahun tersebut diatur dan diselenggarakan oleh pemerintah setempat berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 28 tahun 2009 tentang wajib belajar 12 tahun.

Keseriusan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan dilanjutkan dengan berbagai program lainnya seperti memberikan sarana dan prasarana penunjang pendidikan bagi masyarakat di kota itu.

"Bus sekolah merupakan kontribusi nyata pemerintah bagi anak bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan yang sejahtera, selain itu pemerintah juga mengucurkan dana hingga 30 persen dari APBD setiap tahunya untuk biaya pendidikan," jelasnya.

Mukhlis menilai besarnya dana APBD yang dikucurkan tersebut tidak akan menghambat proses pembangunan lainya di daerah yang dipimpinnya.

Anggaran yang besar, dikatakanya, berdampak positif bagi kemajuan ke berbagai sektor. Hal itu dikarenakan jika Sumber Daya Manusia (SDM) suatu daerah bagus maka pembangunan juga mengalami kemajuan karena didukung kualitas manusia yang berkompeten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Kanderi, mengatakan upaya kemajuan di sektor pendidikan terus dilakukan.

Menurutnya keberhasilan dunia pendidikan tidak terlepas dari berbagai unsur seperti pemerintah, masyarakat, dan anak didik itu sendiri.

"Semua pihak harus bekerja sama, kalau hanya pemerintah yang berjuang untuk menuntaskan program pendidikan 12 tahun, pelajarnya tidak mau sama juga dengan bohong," katanya.

Meskipun demikian pihaknya mencatat, pemerintah masih banyak memiliki pekerjaan yang belum dituntaskan. Salah satunya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan serta sumber daya para tenaga pendidik atau guru. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026