Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur Minta Satpol-PP-Linmas Maksimalkan Pengamanan Lokasi Wisata

Rabu, 27 April 2016 13:28 WIB
Image Print
Irwan Prayitno (ant)

Payakumbuh, (Antara) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di daerah itu memaksimalkan pengamanan di lokasi wisata.

"Agar para wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata dalam keadaan aman, nyaman dan bebas dari premanisme," kata dia saat dihubungi dari Payakumbuh, Rabu.

Ia menambahkan selama ini sikap premanisme berupa palak dan pakuak oleh sejumlah oknum masih terjadi di sejumlah lokasi wisata, sehingga hal itu merusak citra pariwisata di Sumbar.

"Kesuksesan pariwisata di Sumbar sangat tergantung kepada aktifnya Satpol-PP dan Linmas melakukan pengamanan di sejumlah destinasi wisata," ujar dia.

Irwan menekan agar hal itu menjadi perhatian semua pihak terutama kepala daerah sebab sektor pariwisata menjadi gerakan utama dan salah satu icon provinsi tersebut.

Menurutnya jika sektor tersebut dapat dikelola dengan baik dapat mengurangi angka penganguran dan kemiskinan, serta meningkatkan taraf hudup masyarakat dan pendapatan daerah.

Gubernur menyarakan jikapun Satpol-PP dan Linmas melakukan penertikan dan pengamanan terhadap masyarakat harus mengedepankan sikap humanis serta dengan pendekatan yang baik supaya yang diharapkan tercapai.

Sementara Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi meminta Satpol-PP lebih mengutamakan dialog dan diskusi sehingga semua pihak tahu mana yang kepentingan bersama dan kepentingan segelintir orang.

"Selama itu kepentingan bersama harus ditegakkan, jangan sampai ada yang pilih kasih," kata politisi PKS tersebut.

Salah seorang masyarakat Payakumbuh, Syahrul mendukung kebijakan pemerintah tersebut, sebab selama ini masih banyak premanisme lokasi wisata, dimana hal itu dapat merusak citra pariwisata Sumbar.

"Selama ini, masih banyak premanisme berupa pakuak dan palak di sejumlah lokasi wisata. Hal ini harus ditindak tegas, kalau tidak dapat merusak citra pariwisata tersebut," tambah dia. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026