
Kemenpar Kerja Sama dengan Emirates Airlines
Rabu, 27 April 2016 10:34 WIB

Jakarta, (Antara) - Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan Emirates Airline untuk menambah frekuensi penerbangan langsung dari Uni Emirat Arab ke destinasi pariwisata Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Lombok.
"Kami menjalin kerja sama yang lebih erat dan saling menguntungkan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Kerja sama itu diwujudkan dengan penandatanganan dokumen bisnis "letter of Intent" antara Nia Niscaya, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Afrika Kemenpar dengan Senior Vice President Commercial Operation Far East Emirates Airlines Badr Abbas pada ajang Arabian Travel Market (ATM) 2016 di Dubai, Uni Emirat Arab, yang berlangsung sejak 25 April lalu hingga Kamis (28/4).
Menpar Arief Yahya turut menyaksikan penandatanganan LoI. Ia juga mengadakan pertemuan dengan pimpinan Emirates Airlines seperti Sheikh Majid Al Mualla (Divisional Senior Vice President Commercial Operation), Badr Abbas, Zack Zainal Abidin (Divisional Vice President-Group Secretary), Khalid Bel Jaflah (Vice President Commercial Operation UAE and Oman), dan Manickam Jayaseelan (Regional Manager Commercial Operation Central West Asia and India Ocean).
Disebutkan bahwa misi atas kerja sama itu adalah menaikkan kapasitas angkut penumpang, terutama bagi wisatawan mancanegara, untuk menikmati keindahan pariwisata di Tanah Air.
Arief mengatakan LoI itu adalah upaya menuntaskan persoalan akses dan konektivitas dari Timur Tengah ke Indonesia.
Emirates, maskapai penerbangan terbaik ke-4 dunia itu sangat tertarik untuk mendaratkan pesawatnya secara regular ke empat bandara berstatus internasional di Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Lombok.
Saat ini penerbangan langsung Emirates ke Indonesia masih minim yakni enam kali Dubai-Denpasar dan 14 kali Dubai-Jakarta per pekan.
Sementara keikutsertaan Kemenpar dalam Arabian Travel Market 2016 di Dubai itu untuk mempromosikan pariwisata halal (halal tourism), destinasi halal (halal destination), atau dikenal pula dengan istilah "family friendly tourism".
Tahun 2015, Lombok memperoleh penghargaan sebagai "World Best Halal Destination" dan "World Best Honeymoon".
Kemenpar juga mempromosikan deregulasi soal bebas visa kunjungan dari 169 negara untuk memudahkan wisatwan mancanegara berwisata ke Indonesia. (*)
Pewarta: Budi Setiawanto
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
