
Pariaman Miliki 1.560 Industri Kecil

Pariaman, (ANTARA) - Kota Pariaman, Sumatera Barat, memiliki sebanyak 1.560 industri kecil dan menengah yang menyerap tenaga kerja lebih kurang 7.878 orang dengan nilai investasi Rp19 milliar. "Industri ini dikelompokan menjadi lima yaitu makanan, kerajinan, bahan bangunan, logam dan furniture," kata Wali Kota Pariaman Mukhlis R di Pariaman, Selasa. Mukhlis menyebutkan, industri tersebut di antaranya Industri Mie "Sinar Matahari", Asosiasi Bordir Kota Pariaman (ASDIRPA) Desa Rambai, Industri Batu Bata, dan Industri Rajutan Sri Rajutan di Desa Taluak. Ia mengaku kerap melihat kondisi industri yang ada di Kota Pariaman, sejauh mana industri ini membuka lapangan kerja dan apa permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh industri tersebut. "Kita ingin mendengar keluhan-keluhan dari pengrajin, apa-apa saja kendala yang mereka hadapi selama ini untuk kemajuan usahanya," katanya. Ia berharap kepada Dinas Kopperindag dan Asosiasi pengrajin yang ada di Kota Pariaman, agar meningkatkan pembinaan, supaya produk-produk yang dihasilkan industri Kota Pariaman bisa bersaing di pasaran. Dikatakannya, Pariaman sering mengikuti pameran-pameran, menghabiskan dana yang besar. "Jangan hanya sekedar mengikuti sepagai pelengkap saja, tetapi bandingkan produk kita dengan orang lain. Lihat apa keunggulan orang yang bisa kita ambil, untuk meningkatkan kualitas produk kita," katanya lagi. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Pariaman Sumiramis menambahkan, kini Pemerintah Kota Pariaman melakukan pembinaan terhadap 4.200 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari berbagai usaha melalui pelatihan dan keterampilan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil di daerah itu. Dari 4.200 UKM itu terdiri dari usaha bidang jasa perdagangan, industri dan kuliner. Sumiramis mengatakan, pelatihan dan penyuluhan yang diberikan kepada UKM di antaranya pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran hasil kerajinan UKM. Selain peningkatan sumberdaya manusia, Pemkot juga mengupayakan agar pelaku usaha mendapatkan modal dari program yang sedang digalakkan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan. (*/goy/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
