
Industri Olahan Kopi Limapuluh Kota Terkendala Peralatan
Selasa, 12 April 2016 21:08 WIB

Sarilamak, (AntaraSumbar) - Industri Kecil Menengah (IKM) kopi asal Kabupaten Limapuluh Kota terkendala peralatan untuk mengembangkan usahanya, sehingga lebih berkembang dan maju pada masa mendatang.
"Kopi bubuk ini baru diproduksi dalam jumlah kecil, karena terbatasnya peralatan, tetapi produk sudah teruji dan mempunyai sertifikat SNI," kata Pelaku IKM Kopi Arwis, Ifna Fani di Sarilamak, Selasa.
Ia menambahkan, pihaknya optimis kopi bubuk yang diproduksinya dapat diterima pasar nasional dan luar negeri karena kualitasnya bagus dan terjaga.
Pihaknya, berharap pemerintah daerah ikut membantu dalam mengurus izin produksi, kemasan, pemasaran, maupun peralatan, agar dapat memproduksi dalam jumlah besar.
"Kami berniat mencoba pemasarkan produk ini, ke luar daerah hingga ke luar negeri," ujar dia.
Pihaknya optimis, produk tersebut juga tidak kalah saing untuk berkompetisi pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana saat ini produk tersebut sudah dipasarkan pada beberapa mini market yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan kota Payakumbuh.
Selain itu, olahan kopi tersebut juga dipasarkan ke Jakarta, Padang, Teluk Kuantan Riau, dan kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) pada Dinas Koperasi Perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Limapuluh Kota, Amrinaldi mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan industri lokal, salah satunya olahan kopi asal Simalanggang.
Produk lokal tersebut salah satu dari IKM yang diberikan pembinaan, termasuk mencarikan solusi untuk pemasaran.
Pihaknya, mengupayakan sebagian besar IKM yang ada di daerah itu agar memiliki izin dan label halal sehingga memudahkan saat dipasarkan dalam dan luar negeri. (*)
Pewarta: Mardikola Tri Rahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
