Logo Header Antaranews Sumbar

Pakistan Buru Milisi di Balik Ledakan Bom Bunuh Diri

Senin, 28 Maret 2016 12:58 WIB
Image Print

Lahore, Pakistan, (Antara/Reuters) - Pihak berwenang Pakistan melaksanakan perburuan pada Senin untuk mencari milisi yang berada di balik bom bunuh diri yang menewaskan setidaknya 65 orang.

Serangan yang menyasar kalangan Kristiani itu diklaim oleh faksi Taliban yang pernah dekat dengan kelompok ISIS.

Sebagian besar korban serangan bom di sebuah taman di kota Lahore, Minggu lalu merupakan para wanita dan anak-anak yang sedang menikmati kegiatan Paskah akhir pekan.

"Kami harus membawa para pembunuh yang telah menewaskan saudara, saudari dan anak-anak kami yang tak bersalah itu ke meja pengadilan dan tidak akan pernah mengizinkan orang berbahaya itu untuk menguasai kehidupan dan kebebasan kami," juru bicara kemiliteran Asim Bajwa mengatakan dalam akun Twitternya.

Para pejabat mengatakan setidakya 65 orang tewas dan sekitar 300 orang lainnya terluka. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan akan meningkat.

Pakistan telah dilanda aksi kekerasan dari para milisi dalam 15 tahun terakhir, sejak mereka bergabung dengan kampanye Amerika Serikat untuk melawan militansi ekstremis setelah kejadian 11 September 2001, yang merupakan serangan kelompok Al Qaeda di Amerika Serikat.

Sebuah faksi kelompok Taliban di Pakistan yang disebut Jamaat ul Ahrar mengklaim berada di balik serangan itu, dan mengeluarkan sebuah tantangan kepada pemerintah.

"Kami ingin mengirimkan pesan ini kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa kami telah memasuki Lahore," dia menambahkan.

Kelompok itu telah mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan besar setelah mereka berpisah dengan kelompok Taliban Pakistan utama pada 2014. Mereka menyatakan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata ISIS namun kemudian mengatakan bahwa mereka bergabung kembali dengan pemberontak Taliban.

Sementara para pihak militer, kepolisian, pemerintah dan negara Barat menjadi sasaran utama kelompok Taliban Pakistan beserta sekutu mereka.

Hampir 80 orang tewas dalam sebuah kejadian bom bunuh diri di sebuah gereja di kota Peshawar pada 2013 lalu.

Pihak pasukan keamanan telah berhasil menewaskan dan menangkap ratusan orang terduga militan dalam penindakan keras besar yang diluncurkan setelah para pelaku penembakan Taliban membantai 134 anak-anak di sebuah sekolah militer di Peshawar pada Desember 2014.

Lahore merupakan ibu kota dari provinsi terkaya Pakistan, Punjab, dan dipandang sebagai jantung wilayah perpolitikan Sharif beserta partai pimpinannya yang berkuasa.

Pihak Sharif mengutuk aksi pengeboman itu sebagai langkah seorang pengecut dan mengatakan langkah tanggapan telah dikeluarkan, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Dinas keamanan Pakistan telah lama dituduh melatih para militan untuk digunakan sebagai bala bantuan dalam mencapai tujuan keamanan di Afghanistan dan menghadapi pesaing lamanya, India.

Pihak Taliban Pakistan bertarung untuk menggulingkan pemerintahan dan menerapkan hukum Islam yang sangat keras.

Para lawan Sharif menuduh dirinya mentoleransi para militan sebagai ganti perdamaian yang ada di provinsinya, tuduhan itu disangkal kuat oleh Sharif. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026